Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Melambung Tinggi Jelang Rilis Data Inflasi AS

Penulis : Indah Handayani
11 Des 2024 | 04:00 WIB
BAGIKAN
ilustras harga emas (Foto: ANTARA/AAPIMAGE via Reuters Connect/DAN HIMBRECHTS/pri)
ilustras harga emas (Foto: ANTARA/AAPIMAGE via Reuters Connect/DAN HIMBRECHTS/pri)

NEW YORK, investor.id - Harga emas melambung tinggi pada Selasa (10/2/2024), mencapai level tertinggi dalam dua minggu. Hal itu didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ekspektasi pemangkasan suku bunga ketiga kalinya oleh The Fed pada minggu depan. Pasar juga tengah menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari CNBC internasional, harga emas di pasar spot melonjak 1,3% menjadi US$ 2.692,32 per ons. Sementara kontrak berjangka emas AS ditutup melesat 1,2% menjadi US$ 2.718,40 per ons.

Wakil Presiden dan Strategis Senior Logam di Zaner Metals Peter Grant mengatakan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang meningkat mendorong permintaan aset safe haven seperti emas. “Selain itu, ada fokus baru pada tren pelonggaran moneter global, Bank of Canada, ECB, dan SNB kemungkinan akan menurunkan suku bunga pekan ini, dan The Fed kemungkinan besar mengikuti langkah tersebut minggu depan,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Sorotan utama tertuju pada Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan dirilis pada Rabu (11/12/2024). Berdasarkan survei Reuters, CPI diperkirakan naik 0,3% pada November. Sementara itu, Indeks Harga Produsen (PPI) yang akan diumumkan pada Kamis (12/12/2024) juga menjadi faktor penting dalam menentukan keputusan suku bunga The Fed.

“Data CPI mungkin tidak berdampak signifikan pada emas, terutama jika angkanya sesuai ekspektasi. Namun, laporan CPI yang tinggi dapat mengurangi peluang pemangkasan suku bunga pada awal 2025,” kata analis pasar di Forex.com Fawad Razaqzada.

Hingga saat ini, The Fed telah dua kali memangkas suku bunga pada tahun ini. Berdasarkan alat prediksi CME FedWatch, traders memperkirakan peluang sebesar 86% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed pada 17-18 Desember.

Emas sering dianggap sebagai investasi aman selama masa ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Selain itu, emas cenderung menguat di lingkungan dengan suku bunga rendah.

Kebijakan Moneter China

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia