Migasi Karbon Anak Usaha Sawit Sumbermas (SSMS) Bakal Masuk IDX Carbon
JAKARTA, investor.id – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mendukung program pemerintah untuk pembangunan berkelanjutan. Bahkan, saat ini menjalankan pilot project Penilaian dan aksi migasi karbon di salah satu anak perusahaannya yang kedepannya akan diarahkan masuk pada IDX Carbon.
Corporate Secretary Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Deni Agustinus mengatakan, turut serta mendukung program pemerintah untuk pembangunan berkelanjutan dengan berbagai aksi nyata. Dengan memastikan sustainability policy SSMS diterapkan diseluruh operasional perusahaan yang salah satunya adalah komitmen terhadap sertifikasi RSPO dan ISPO serta sertifikasi lainnya.
“Selain itu, SSMS saat ini menjalankan pilot project Penilaian dan aksi migasi karbon di salah satu anak perusahaannya yang kedepannya akan diarahkan masuk pada IDX carbon,” ungkapnya dalam keterangan pers, Rabu (11/12/2024).
Sayangnya, Deni tidak menyebutkan secara spesifik nama anak usaha SSMS tersebut. Ia hanya menjelaskan, SSMS menilai pembangunan berkelanjutan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan terhadap lingkungan sehingga dapat berdampak positif pada saat ini dan masa mendatang.
“Untuk itu, Sinkronisasi yang dilakukan oleh SSMS dalam menjalankan bisnis sawit dimana harga CPO terus naik dan keberlanjutan dapat dilihat dari keberhasilan perseroan dalam menerapkan hilirisasi bisnis dengan anak perusahaannya,” tambah Deni.
Produksi CPO
Menurut Deni, Produksi CPO dan TBS Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) sejak awal tahun hingga saat ini ada di angka 326.955 MT dan 1.168.743 MT, kontribusi terbesar penjualan sementara adalah CPO sebesar 234.296 MT, dimana porsi terbesar penjualan CPO Perseroan kepada entitas anak yaitu PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT).
Sementara itu, Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) Reza Priyambada mengatakan, kalau dilihat dari harga CPO global cenderung mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan dari industri biofuel serta menurunnya produktivitas CPO di Indonesia dan Malaysia.
Namun demikian, lanjut Reza, kenaikan tersebut tentu harus kita lihat lagi apakah berimbas langsung atau tidak terhadap kinerja dari para emiten sawit karena untuk melakukan adjustment kan tidak serta merta saat itu juga berubah. "Harus dilihat lagi dari kontrak penjualannya," ujar Reza.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



