Rupiah Terus Turun Gara-gara Prospek Suku Bunga The Fed
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka terus turun pada perdagangan Jumat pagi (13/12/2024).
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.04 WIB di pasar spot exchange, rupiah turun 20,5 poin (0,013%) berada di level Rp 15.965 per dolar AS.
Pada perdagangan Kamis (11/12/2024), mata uang rupiah ditutup melemah 25 point (0,1%) berada di level Rp 15.944 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dollar terpantau menguat 0,05% sebesar menjadi 107,06. Disaat yang sama, imbal hasil surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun naik 0,038 poin di level 6,963% pada Kamis (12/12/2024).
Sedangkan di pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah lagi sebesar 14,4 poin (0,2%) ke posisi 7.379,7 pada sesi I, Jumat (13/12/2024). IHSG hari ini bervariasi di rentang 7.379– 7.397. Lima saham justru loncat tinggi, bahkan ada dua saham yang melejit hingga menyundul batas Auto Rejection Atas (ARA).
Prediksi Rupiah
Sementara itu, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi Eksternal memprediksi, mata uang rupiah fluktuatif pada Jumat (13/12/2024). “Namun, ditutup menguat direntang Rp 15.880 – 15.960,” ungkap Ibrahim dalam risetnya, Kamis (12/12/2024).
Ibrahim menjelaskan, prospek bank sentral Amerika Serikat (AS) terhadap suku bunga akan diawasi dengan ketat. Hal itu di tengah meningkatnya taruhan bahwa The Fed akan mengadopsi laju pelonggaran yang lebih lambat pada 2025.
Baca Juga:
BERITA POPULER: Ramalan Saham AADI Jadi Nyata hingga Bank Kakap Asia Bidik Bank Panin (PNBN)“Para pedagang lebih menyukai dolar AS di tengah meningkatnya keraguan atas prospek jangka panjang inflasi dan suku bunga,” jelasnya.
Selain itu, lanjut ibrahim, ketegangan di Timur Tengah meningkat, setelah pasukan pemberontak Suriah menggulingkan pemerintah, awal minggu ini, dan menguasai Damaskus. Pemimpin pemberontak Suriah Ahmad al-Sharaa yang lebih dikenal sebagai Abu Mohammed al-Golani akan membubarkan pasukan keamanan rezim Bashar al-Assad yang digulingkan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






