Aksi Jual Asing Kembali Mengguncang IHSG
JAKARTA, investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot lagi sebesar 27,09 poin (0,37%) ke level 7.367,1 pada penutupan sesi I, Jumat (13/12/2024). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini terguncang oleh besarnya aksi jual asing.
Pilarmas mengatakan, berdasarkan data terkini, aksi jual asing di pasar reguler tercatat sebesar Rp1,13 triliun. “Kondisi ini membuat pergerakan indeks IHSG masih dibayangi oleh tekanan aksi jual investor asing,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Jumat (13/12/2024).
Tidak hanya itu, lanjut Pilarmas, Kementerian Keuangan mengungkapkan bahwa per November 2024, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 mengalami defisit sebesar Rp 401,8 triliun. Defisit tersebut disebabkan oleh pendapatan negara yang lebih rendah dibandingkan kebutuhan belanja negara yang meningkat, yang tidak terlepas dari kondisi ekonomi yang melambat.
“Pasar berharap pemerintah dapat menjaga defisit tetap terkendali serta mencari cara untuk meningkatkan pendapatan negara,” tambah Pilarmas.
Sementara itu, Pilarmas mengatakan, indeks saham Asia bervariatif (mixed) karena jumlah sentimen tampaknya memberikan warna menjelang akhir pekan ini. Dari Eropa, Bank Sentral Eropa telah memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin sesuai ekspektasi. Namun, pasar lebih memfokuskan perhatian pada komentar Presiden Christine Lagarde yang menekankan bahwa perang melawan inflasi belum berakhir.
Hal ini memberikan gambaran bahwa ancaman inflasi masih membayangi kebijakan Bank Sentral Eropa, terutama di tengah ketidakstabilan politik di beberapa negara Eropa serta potensi pengenaan tarif besar yang diusulkan oleh Presiden terpilih AS, Donald Trump. “Kondisi ini berpotensi menimbulkan gejolak dalam perdagangan global, yang pada akhirnya dapat menurunkan kepercayaan konsumen dan bisnis,” papar Pilarmas.
Selanjutnya, Pilarmas menyebut, pasar juga memusatkan perhatian pada rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) menjelang pertemuan The Fed pekan depan. Data Initial Jobless Claims AS meningkat dari 225 ribu menjadi 242 ribu, sementara Continuing Jobless Claims naik dari 1,871 juta menjadi 1,886 juta. Data ini menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS masih belum sepenuhnya solid.
Pertemuan Pemimpin China
Dari China, pertemuan tahunan para pemimpin tertinggi yang dikenal sebagai Konferensi Kerja Ekonomi Pusat (CEWC) pada 11–12 Desember menghasilkan kebijakan untuk mendorong konsumsi domestik. Dengan menargetkan defisit anggaran yang lebih besar dan suku bunga yang lebih rendah pada tahun depan.
“Namun demikian, pasar merespons kebijakan tersebut dengan hati-hati karena belum ada rincian mengenai besaran langkah-langkah stimulus yang akan diambil,” jelas Pilarmas.
Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) dikabarkan tidak terburu-buru menaikkan suku bunga acuannya. Kebijakan ini mencerminkan sikap BOJ yang berhati-hati dalam mencermati perkembangan pengaruh eksternal.
Pada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar POLU, SSTM, TRUS, KREN, SKBM. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar SAPX, PNSE, JGLE, TAXI, GEMA.
Pilarmas merekomendasikan saham SMGR untuk perdagangan di sesi II. “Kami merekomendasikan SMGR buy dengan support dan resistance di 3.290-3.550,” tutup Pilarmas.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






