IHSG Kembali Merosot, Barisan Saham Ini Justru Banjir Cuan, Dua ARA
JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali merosot pada perdagangan Jumat (13/12/2024). IHSG jatuh 69,44 (0,94%) ke level 7.324,7. Ini melanjutkan pelemahan dua hari beruntun karena pasar merespons aksi outflow asing. Sementara itu, barisan saham ini justru banjir cuan, ada dua yang mentok batas Auto Rejection Atas (ARA).
Sebanyak 189 saham terpantau naik, 397 saham turun, dan 206 saham stagnan. Adapun total nilai transaksi di bursa hari ini mencapai Rp 12,05 triliun. Volume perdagangan sebanyak 18.32 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1.003.682 kali.
Baca Juga:
Aksi Jual Asing Kembali Mengguncang IHSGHampir seluruh sektor saham memerah pada penutupan pasar hari ini. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor teknologi sebesar 1,8%. Diikuti pelemahan di sektor barang baku 1,5%, sektor transportasi 1,2%, sektor kesehatan 1,1%, dan sektor barang konsumsi non primer 0,8%.
Sedangkan penguatan terjadi pada sektor keuangan 0,1% dan sektor energi 0,08%.
Sementara itu, saat IHSG hari ini kembali terpuruk, indeks saham Asia juga terkoreksi. Hang Seng (Hong Kong) anjlok 2%, Nikkei (Jepang) jatuh 0,9%, dan Shanghai (China) ambles 2%. Sedangkan Straits Times (Singapura) naik 0,2%.
Saat IHSG hari ini melemah, barisan saham ini justru banjir cuan dan masuk daftar top gainers. Sebab, melonjak hingga 24%.
Saham ARA
Berdasarkan data RTI, diantara kelimanya, saham PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) dan PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK) naik hingga mentok batas Auto Rejection Atas (ARA). Sebab, SKBM melonjak 24,7% menjadi Rp 474 dan ENAK melejit 24,5% menjadi Rp 660.
Sedangkan saham top gainers lainnya adalah PT Rigs Tenders Indonesia Tbk (RIGS) terkerek 16,5% menjadi Rp 1.055, PT MPX Logistics Internasional Tbk (MPXL) meningkat 14,9% menjadi Rp 131, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melejit 10,4% menjadi Rp 8.950.
Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini terpuruk disebabkan terguncang oleh besarnya aksi jual asing. Pilarmas mengatakan, berdasarkan data terkini, aksi jual asing di pasar reguler tercatat sebesar Rp1,13 triliun. “Kondisi ini membuat pergerakan indeks IHSG masih dibayangi oleh tekanan aksi jual investor asing,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Jumat (13/12/2024).
Tidak hanya itu, lanjut Pilarmas, Kementerian Keuangan mengungkapkan bahwa per November 2024, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 mengalami defisit sebesar Rp 401,8 triliun. Defisit tersebut disebabkan oleh pendapatan negara yang lebih rendah dibandingkan kebutuhan belanja negara yang meningkat, yang tidak terlepas dari kondisi ekonomi yang melambat.
“Pasar berharap pemerintah dapat menjaga defisit tetap terkendali serta mencari cara untuk meningkatkan pendapatan negara,” tambah Pilarmas.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






