Harga CPO Tertekan Lonjakan Minyak Kedelai
JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) tertekan pada Jumat (13/12/2024). Hal itu karena lonjakan harga minyak kedelai.
Berdasarkan data BMD pada penutupan Jumat, kontrak berjangka CPO untuk Desember 2024 turun 20 Ringgit Malaysia menjadi 5.140 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO Januari 2025 terkoreksi 7 Ringgit Malaysia menjadi 4.994 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak berjangka CPO Februari 2025 melemah 15 Ringgit Malaysia menjadi 4.906 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Maret 2025 turun 10 Ringgit Malaysia menjadi 4.816 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan kontrak berjangka CPO April 2025 terpangkas 8 Ringgit Malaysia menjadi 4.689 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Mei 2025 turun 8 Ringgit Malaysia menjadi 4.562 Ringgit Malaysia per ton.
Dikutip dari Bernama, trader Minyak Sawit David Ng mengatakan, harga CPO tertekan oleh kenaikan harga minyak kedelai yang lebih kuat di Chicago Board of Trade (CBoT)Namun, ia mencatat bahwa ekspektasi penurunan produksi dalam beberapa pekan mendatang memberikan sedikit dukungan, sehingga membatasi kerugian lebih lanjut.
“Kami melihat level support di 4.750 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di 5.000 Ringgit Malaysia per ton,” katanya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






