Jumat, 15 Mei 2026

Navigasi PTPP untuk Bisnis PP Presisi (PPRE)

Penulis : Muawwan Daelami
16 Des 2024 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Kantor PTPP. di Pasar Rebo, Jakarta. Foto/Investor Daily
Kantor PTPP. di Pasar Rebo, Jakarta. Foto/Investor Daily

JAKARTA, investor.id – PTPP (Persero) Tbk (PTPP) menetapkan navigasi bisnis anak usahanya yang bergerak di bidang pekerjaan tanah (earthworks), PT PP Presisi Tbk alias PPRE, untuk fokus menggarap pekerjaan infrastruktur tambang.

Direktur Utama PTPP Novel Arsyad menjelaskan, PTPP selaku induk usaha sudah melakukan eksplorasi selama dua tahun terakhir dan menyimpulkan tambang sebagai pasar potensial. Di sana, ada infrastruktur tambang seperti hauling road dan area penambangan baik nikel maupun batu bara bernilai fantastis yang bisa dikerjakan PPRE.

Navigasi PTPP untuk Bisnis PP Presisi (PPRE)
Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad. Foto/Investor Daily

Bahkan, Novel menyebut, PPRE sudah mengantongi kontrak jumbo di pasar tambang. “Kami sudah masuk ke tambang dan nilai kontrak kami di sana cukup besar. Inilah yang menjadi sasaran kenapa kami masuk ke area tersebut. Sebab, jika dikelola dengan baik, pasar tambang menjanjikan hasil usaha yang bagus,” papar dia kepada Investor Daily, baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

Novel memprediksi, potensi pasar tambang masih akan menggiurkan dalam 10 bahkan 20 tahun ke depan. Apalagi, di pasar tambang ada area-area besar seperti Morowali dan Weda Bay yang dikelola sesama perusahaan BUMN seperti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Sebagai informasi, di Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah, INCO mengerjakan proyek nikel senilai US$ 2,3 miliar atau setara Rp 36,78 triliun. Sedangkan, Antam memiliki proyek pemurnian bijih nikel berteknologi pirometalurgi berkapasitas 30 ribu ton Ni per tahun di Kawasan Industri Weda Bay Nickel, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Karena itu, Novel memutuskan, PTPP melalui PPRE dan PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA), entitas usaha yang juga bergerak di bidang pekerjaan tanah, masuk ke bisnis infrastruktur tambang. Tujuannya, supaya baik PPRE maupun LMA tidak menggarap proyek jalan dan jembatan yang merupakan domain PTPP.

“Kalau PP Presisi ini bersaing dengan induk (PTPP) untuk pekerjaan jalan, menurut saya bukan pada tempatnya. Biarkan saja untuk pekerjaan jalan, jembatan, itu menjadi urusannya induk,” tutur dia.

Teknologi BIM

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia