Harga Minyak Tertekan Belanja Konsumen China Lesu
NEW YORK, investor.id – Harga minyak mentah tertekan pada Senin (16/12/2024). Pelemahan ini dipicu oleh lesunya belanja konsumen di China yang merupakan importir minyak terbesar dunia. Ditambah lagi, jeda investor menjelang keputusan suku bunga The Fed.
Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent ditutup turun 58 sen (0,8%) menjadi US$ 73,91 per barel, setelah pada Jumat mencatatkan harga tertinggi sejak 22 November. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) ditutup jatuh 58 sen (0,8%) menjadi US$70,71 per barel, setelah mencapai penutupan tertinggi sejak 7 November.
Pekan lalu, harga minyak terdorong oleh ekspektasi bahwa pasokan akan mengetat akibat sanksi tambahan terhadap produsen minyak Rusia dan Iran. Selain itu, suku bunga yang lebih rendah di AS dan Eropa diperkirakan akan mendorong permintaan.
Namun, perlambatan penjualan ritel di China menambah tekanan pada Beijing untuk meningkatkan stimulus ekonominya.
“Ini skenario yang sangat bearish karena tidak banyak harapan pertumbuhan permintaan minyak mentah,” kata Direktur Energi Futures Mizuho Bob Yawger.
Pandangan negatif ini turut mempengaruhi keputusan kelompok produsen minyak OPEC+ untuk menunda rencana peningkatan produksi hingga April 2025.
“Stimulus yang ada saat ini tampaknya belum mampu meningkatkan konsumsi. Tanpa perubahan signifikan dalam perilaku belanja konsumen, pertumbuhan ekonomi China akan terhambat,” ujar broker minyak PVM John Evans.
Keputusan The Fed
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






