Jumat, 15 Mei 2026

Muncul Ramalan soal ADRO & AADI

Penulis : Thresa Sandra Desfika
17 Des 2024 | 08:29 WIB
BAGIKAN
Kantor PT Alamtri Resources Indonesia Tbk - dahulu PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). (Foto: ADRO)
Kantor PT Alamtri Resources Indonesia Tbk - dahulu PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). (Foto: ADRO)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik 0,78% ke Rp 2.600 pada perdagangan 16 Desember 2024 kemarin.

Sebanyak 137,24 juta saham ADRO ditransaksikan, frekuensi 24.330 kali, dan nilai transaksi Rp 357,17 miliar.

Di sisi lain, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga naik tipis 0,54% ke Rp 9.250 pada perdagangan 16 Desember.

ADVERTISEMENT

Sejumlah 36,49 juta saham AADI ditransaksikan, frekuensi 21.208 kali, dan nilai transaksi Rp 333,45 miliar.

Sementara itu, CGS International Sekuritas dalam ulasannya untuk perdagangan 17 Desember 2024 merekomendasikan saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO) spec buy dengan support 2.550. Cutloss jika break di bawah 2.500.

“Jika tidak break di bawah 2.550, potensi naik ke 2.650-2.700 short term,” sebut CGS International Sekuritas.

Selain itu, CGS juga merekomendasikan saham Adaro Andalan Indonesia (AADI) spec buy dengan  support 9.075. Cutloss jika break di bawah 8.900.

“Jika tidak break di bawah 9.075, potensi naik ke 9.425-9.600 short term,” jelas CGS.

PUPS

Sebelumnya, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - dahulu PT Adaro Energy Indonesia Tbk - menyampaikan hasil penjualan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melalui mekanisme penawaran umum oleh pemegang saham (PUPS).

Dari total yang ditawarkan sebanyak 7.008.202.240 saham Adaro Andalan (AADI) yang dimiliki Alamtri (ADRO) kepada para pemegang saham ADRO yang berhak, tercatat jumlah saham yang akhirnya ditebus pemegang saham ADRO yang berhak lewat PUPS sejumlah 5.811.178.298 saham AADI. Artinya, ada 1.197.023.942 saham AADI yang tidak ditebus pemegang saham ADRO yang berhak.

Transaksi pengalihan terjadi pada 9 Desember 2024 sebanyak 5.520.699.225 saham, pada 10 Desember 2024 sejumlah 144.357.690 saham, dan 11 Desember 2024 sebesar 146.121.383 saham.

Harga transaksinya Rp 5.960/saham, sehingga nilai keseluruhan transaksi penjualan 5.811.178.298 saham AADI tersebut sebesar Rp 34,63 triliun.

Direktur Alamtri Resources (ADRO), Michael WP Soeryadjaya menjelaskan, sebelum transaksi, Alamtri memiliki 7.008.202.240 (89,99%) saham Adaro Andalan (AADI). Setelah transaksi, ADRO masih memegang 1.197.023.942 (15,37%) saham AADI.

“Perseroan bukan merupakan pengendali AADI,” jelas Michael Soeryadjaya dalam keterangan resmi.

Ia menjelaskan, tujuan pelaksanaan PUPS adalah untuk memisahkan pilar bisnis pertambangan batu bara termal dan beberapa bisnis pendukungnya dengan pilar bisnis minerals dan green demi mempertahankan sinergi yang solid dari integrasi bisnis-bisnis yang termasuk dalam sektor-sektor industri dengan keterkaitan yang lebih erat.

Adapun yang menebus saham AADI di antaranya adalah PT Adaro Strategic Investments, pengendali ADRO. Adaro Strategic mengeksekusi 3.200.142.510 saham AADI senilai Rp 19,07 triliun.

Setelah transaksi, Adaro Strategic menguasai 3.200.142.830 (41,1%) saham Adaro Andalan Indonesia (AADI). Sebelum transaksi, Adaro Strategic memiliki 320 saham AADI.

Selain itu, Garibaldi Thohir atau Boy Thohir mengeksekusi 450.360.607 (5,78%) saham AADI. Nilai transaksinya Rp 2,68 triliun.

Adaro Strategic dan Boy Thohir merupakan pengendali Adaro Andalan Indonesia (AADI).

Sebelumnya Alamtri (ADRO) membagikan dividen tambahan Rp 41,7 triliun atau Rp 1.358,18/saham yang ditujukan untuk mendukung pendanaan pemegang saham ADRO yang berhak untuk menebus saham AADI lewat PUPS.

Adaro Andalan (AADI) sendiri baru menggelar IPO dengan melepas 10% saham ke publik.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 41 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 45 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia