Emiten Buka-bukaan soal Harga Emas, Sahamnya Melonjak 230%
JAKARTA, investor.id - Emiten tambang emas PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) optimistis mampu menutup tahun 2024 dengan kinerja memuaskan.
Tren harga emas yang terus menguat, ditopang permintaan global yang tinggi, menjadi salah satu pendorong utama optimisme perusahaan.
Saham PSAB sendiri pada awal sesi I 17 Desember dibuka naik 0,66% ke Rp 304. Dalam periode year to date (ytd) saham PSAB melonjak 230.43%.
Direktur Utama J Resources Asia Pasifik, Edi Permadi menjelaskan bahwa ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Utara mendorong peningkatan permintaan emas sebagai aset safe haven.
Selain itu, kebijakan Pemerintah China untuk memperkuat fundamental ekonominya melalui pembelian emas, serta permintaan tradisional dari India dan China, turut mengerek harga emas.
“Harga emas tetap menguat meskipun indeks dolar AS naik. Ini menjadi sinyal positif bagi operasi kami, karena permintaan yang tinggi menopang kinerja operasional kami secara fundamental,” jelasnya dalam keterangan tertulis dikutip Selasa (17/12/2024).
PSAB menargetkan produksi emas mencapai 100.000 ons pada akhir 2024, naik dari realisasi tahun 2023 sebesar 93.700 ons. Hingga November 2024, produksi emas PSAB telah mencapai 93.027 ons, dengan nilai penjualan sebesar US$ 217,26 juta.“Kami yakin produksi Desember akan membawa capaian penuh tahun ini ke level 100.000 ons,” ungkap Edi.
Sejalan dengan pertumbuhan produksi, PSAB juga optimis mencatatkan pendapatan sebesar US$ 230–240 juta pada akhir 2024, naik signifikan sebesar 41,17% dibandingkan pendapatan 2023 yang mencapai USD 170 juta.
Direktur PSAB Sanjaya J menambahkan bahwa pertumbuhan pendapatan ini ditopang oleh harga jual rata-rata (ASP) emas yang lebih tinggi, yaitu US$ 2.300 per ons pada November, di tengah harga emas global yang kini melampaui USD$ 2.600 per ons.
PSAB berhasil mencetak laba US$ 4,45 juta hingga September 2024, berbalik positif dibandingkan kerugian US$ 13,4 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan PSAB selama sembilan bulan pertama 2024 meningkat tajam sebesar 86,79% yoy, dari US$ 93,08 juta menjadi US$ 173,86 juta.
“Pertumbuhan bottom line ini sejalan dengan kenaikan top line. Kami optimis kinerja ini dapat terus berlanjut pada 2024,” kata Sanjaya.
Doup
PSAB juga menyiapkan kontribusi besar dari proyek tambang emas Doup di Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara. Dengan investasi total sekitar US$ 400 juta, proyek ini diproyeksikan menghasilkan 140.000–155.000 ons emas per tahun. Hingga kini, PSAB telah menginvestasikan US$ 70 juta untuk proyek ini.
“Setelah beroperasi, tambang Doup akan menggenjot produksi PSAB ke level di atas 200.000 ons per tahun, termasuk kontribusi dari Blok Bakan sebesar 80.000–90.000 ons,” papar Sanjaya.
Baca Juga:
Muncul Ramalan soal ADRO & AADIDengan umur tambang 14 tahun, proyek Doup diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan sekitar US$ 3 miliar, didukung oleh penerapan teknologi pemrosesan canggih untuk meningkatkan tingkat recovery emas.
Dengan kombinasi dari tren harga emas yang menguat, peningkatan produksi, dan ekspansi dari proyek Doup, PSAB yakin 2024 akan menjadi tahun pertumbuhan yang signifikan. "Kami terus berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi operasional dan memastikan kinerja finansial kami semakin kuat," tutup Edi.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






