Jumat, 15 Mei 2026

Emiten Buka-bukaan soal Harga Emas, Sahamnya Melonjak 230%

Penulis : M. Ghafur Fadillah
17 Des 2024 | 09:02 WIB
BAGIKAN
Kegiatan di tambang J Resources (PSAB). Ist
Kegiatan di tambang J Resources (PSAB). Ist

JAKARTA, investor.id - Emiten tambang emas PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) optimistis mampu menutup tahun 2024 dengan kinerja memuaskan.

Tren harga emas yang terus menguat, ditopang permintaan global yang tinggi, menjadi salah satu pendorong utama optimisme perusahaan.

Saham PSAB sendiri pada awal sesi I 17 Desember dibuka naik 0,66% ke Rp 304. Dalam periode year to date (ytd) saham PSAB melonjak 230.43%.

Direktur Utama J Resources Asia Pasifik, Edi Permadi menjelaskan bahwa ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Utara mendorong peningkatan permintaan emas sebagai aset safe haven.

ADVERTISEMENT

Selain itu, kebijakan Pemerintah China untuk memperkuat fundamental ekonominya melalui pembelian emas, serta permintaan tradisional dari India dan China, turut mengerek harga emas.

“Harga emas tetap menguat meskipun indeks dolar AS naik. Ini menjadi sinyal positif bagi operasi kami, karena permintaan yang tinggi menopang kinerja operasional kami secara fundamental,” jelasnya dalam keterangan tertulis dikutip Selasa (17/12/2024).

PSAB menargetkan produksi emas mencapai 100.000 ons pada akhir 2024, naik dari realisasi tahun 2023 sebesar 93.700 ons. Hingga November 2024, produksi emas PSAB telah mencapai 93.027 ons, dengan nilai penjualan sebesar US$ 217,26 juta.“Kami yakin produksi Desember akan membawa capaian penuh tahun ini ke level 100.000 ons,” ungkap Edi.

Sejalan dengan pertumbuhan produksi, PSAB juga optimis mencatatkan pendapatan sebesar US$ 230–240 juta pada akhir 2024, naik signifikan sebesar 41,17% dibandingkan pendapatan 2023 yang mencapai USD 170 juta.

Direktur PSAB Sanjaya J menambahkan bahwa pertumbuhan pendapatan ini ditopang oleh harga jual rata-rata (ASP) emas yang lebih tinggi, yaitu US$ 2.300 per ons pada November, di tengah harga emas global yang kini melampaui USD$ 2.600 per ons.

PSAB berhasil mencetak laba US$ 4,45 juta hingga September 2024, berbalik positif dibandingkan kerugian US$ 13,4 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan PSAB selama sembilan bulan pertama 2024 meningkat tajam sebesar 86,79% yoy, dari US$ 93,08 juta menjadi US$ 173,86 juta.

“Pertumbuhan bottom line ini sejalan dengan kenaikan top line. Kami optimis kinerja ini dapat terus berlanjut pada 2024,” kata Sanjaya.

Doup

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia