Saham Bank Besar Janjikan Cuan Gede, Laba Ditaksir Rp 26,9 Triliun
JAKARTA, Investor.id – Ada peluang meraup cuan besar di saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI, seiring fokus perseroan ke segmen kredit korporasi dan langkah mendongkrak dana pihak ketiga lewat aplikasi Wondr. Tak ayal lagi, BCA Sekuritas menaikkan target harga saham BBNI, sehingga peluang cuan makin besar.
Broker ini menilai, reaksi pasar terhadap saham bank besar BUMN terlalu berlebihan. Ini lantaran kurangnya kejelasan dalam memandang ekonomi Indonesia.
Modal asing keluar (capital outflow), tulis BCA Sekuritas, akhirnya terjadi di saham-saham bank besar. Banyak pihak menilai bank besar akan terimbas oleh pelemahan konsumsi masyarakat tahun depan.
Dalam kasus BBNI, demikian BCA Sekuritas, tak ada perubahan dari sisi fundamental. NIM BBNI secara bank only mencapai 4,1%, sedangkan secara konsolidasi 4,4%. Ini sudah diperhitungkan oleh pasar.
BBNI, tulis broker itu, harus dibedakan dengan bank besar BUMN lain, karena fokusnya ke korporat dan komersial. Ruang pertumbuhan segmen ini masih ada dibandingkan segmen consumer yang bakal terimbas kontraksi daya beli masyarakat.
“Pada bagian lagi, imbas dari PPN 12% masih belum ketahuan. Kami akan menunggu untuk melihat bagaimana kebijakan ini berimbas ke segmen konsumer,” tulis BCA Sekuritas, yang dikutip pada Rabu (18/12/2024).
Dari sisi biaya dana, aplikasi Wondr akan membantu pendanaan BBNI. Sejak aplikasi ini dirilis, BBNI berhasil mendongkrak akun tabungan sebesar 41% dalam dua bulan.
Fundamental dan Target Harga
BCA Sekuritas percaya, BNI (BBNI) akan menikmati lonjakan kredit korporasi, karena manajemen diisi para bankir yang jago di segmen ini. Royke Tumilaar, direktur utama BNI, memiliki sejarah kerja kuat di segmen ini. Bersama dengan Agung Prabowo, eks dirut BNI Sekuritas, Royke akan memperkuat posisi BNI di segmen korporasi.
“Kami memprediksi BNI mencetak pertumbuhan kredit dua digit tahun ini dan tahun depan, kendati tidak mudah,” tulis BCA Sekuritas.
BCA Sekuritas meng-upgrade rekomendasi buy saham BBNI dengan target harga baru Rp 6.200 dari Rp 6.050, merefleksikan potensi kenaikan 28% dari harga saham saat riset itu dibuat. Broker ini melihat pemulihan berbentuk K alias K-shape recovery akan terjadi, yang akan menguntungkan segmen korporasi dibandingkan mikro dan ultramikro.
Broker ini memprediksi pendapatan bunga bersih (NII) BNI naik menjadi Rp 47,3 triliun tahun 2025 dari estimasi 2024 sebesar Rp 45 triliun. Laba bersih naik dari Rp 25 triliun menjadi Rp 26,9 triliun.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






