Jumat, 15 Mei 2026

Adu Kuat Saham Konglomerat

Penulis : Jauhari Mahardhika
25 Des 2024 | 16:02 WIB
BAGIKAN
Pekerja melihat pergerakan saham di BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pekerja melihat pergerakan saham di BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Persaingan ketat terjadi antar saham konglomerat di top 10 market cap dalam beberapa hari terakhir. Adu kuat itu setidaknya melibatkan 4 saham, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK 2.

Sebagai informasi, BREN dikendalikan Grup Barito Pacific (Prajogo Pangestu). Sedangkan BBCA oleh Grup Djarum (Robert Budi Hartono & Michael Hartono).

Sementara itu, DSSA dimiliki Grup Sinar Mas (Franky Oesman Widjaja). PANI dibesut oleh Grup Agung Sedayu (Sugianto Kusuma atau Aguan) dan Grup Salim (Anthoni Salim).

ADVERTISEMENT

Pada posisi puncak dalam jajaran 10 saham dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI), BREN dan BBCA saling salip di peringkat 1 dan 2. Posisi terakhir, pada perdagangan Selasa (24/12/2024), BREN berhasil menempati peringkat 1 dengan market cap Rp 1.221 triliun. BBCA di peringkat 2 dengan market cap Rp 1.190 triliun.

Saling geser juga terjadi antara saham DSSA dan PANI di peringkat 8 dan 9. DSSA kini berada di peringkat 8 dengan market cap Rp 294 triliun. PANI di peringkat 9 dengan market cap Rp 274 triliun.

Berikut adalah top 10 saham dengan market cap terbesar di BEI, Selasa (24/12/2024):

1. BREN Rp 1.221 triliun

2. BBCA Rp 1.190 triliun

3. BYAN Rp 678 triliun

4. AMMN Rp 642 triliun

5. TPIA Rp 632 triliun

6. BBRI Rp 630 triliun

7. BMRI Rp 531 triliun

8. DSSA Rp 294 triliun

9. PANI Rp 274 triliun

10. TLKM Rp 271 triliun

Konglomerat Bangkit, Merger & Akuisisi Marak 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 31 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia