Emiten Sawit Yakin Laba Melonjak 80%, Gara-garanya Ini
Komitmen ini bukan sekadar jargon. Dalam implementasinya, Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) terus mematuhi peraturan pemerintah baik di tingkat nasional maupun daerah, sambil memastikan keseimbangan antara kepentingan bisnis dan pelestarian lingkungan.
“Peningkatan infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk efisiensi jangka pendek, tetapi juga untuk mendukung praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang lebih baik,” tambah Hartono.
Dengan anggaran belanja modal sebesar Rp 1,2 triliun pada 2024, perusahaan berhasil meningkatkan produksi tandan buah segar (TBS) inti sebesar 10% dan produksi CPO sebesar 15% dibandingkan tahun 2023.
Sementara itu, laba bersih SSMS pada kuartal III-2024 mencapai Rp 609,26 miliar, naik 19% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
“Capaian positif ini menjadi bukti bahwa strategi investasi kami, terutama dalam pengembangan infrastruktur dan peningkatan kualitas produksi, membuahkan hasil,” ujar Hartono.
Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 700 miliar untuk 2025, SSMS berharap mampu memacu produktivitas dan mendukung pertumbuhan jangka panjang. “Kami percaya, investasi pada infrastruktur dan keberlanjutan akan memberikan dampak signifikan tidak hanya pada profitabilitas perusahaan, tetapi juga pada kontribusi kami terhadap industri sawit yang lebih ramah lingkungan,” tutup Hartono.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






