Jumat, 15 Mei 2026

Ada Perusahaan Ditolak IPO, Gara-garanya Ini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
31 Des 2024 | 11:20 WIB
BAGIKAN
Bursa Efek Indonesia. (Beritasatu)
Bursa Efek Indonesia. (Beritasatu)

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat 41 perusahaan yang menggelar initial public offering (IPO) sepanjang tahun ini. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang mencatat sebanyak 79 perusahaan IPO.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan penyebab angka IPO yang menurun. Menurutnya, beberapa perusahaan mengalami pembatalan pencatatan saham berupa penundaan dari calon perusahaan tercatat, maupun penolakan dari bursa sehubungan dengan concern bursa dari segi kondisi keuangan, operasional dan aspek hukum, termasuk going concern perusahaan.

“Kami memahami menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di BEI merupakan keputusan strategis bagi setiap perusahaan dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan. Keputusan tersebut juga dipengaruhi oleh berbagai faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal,” ungkap Nyoman kepada media, Selasa (31/12/2024).

ADVERTISEMENT

Dari internal perusahaan, sambungnya kesiapan perusahaan juga merupakan faktor yang sangat krusial. Perusahaan harus mempertimbangkan berbagai aspek di antaranya kinerja keuangan dan pemenuhan organ GCG sesuai ketentuan. 

Harapan

Selain faktor internal tersebut, sambung Nyoman, terdapat berbagai faktor eksternal yang juga mempengaruhi rencana IPO perusahaan. Termasuk di antaranya kinerja sektor atau industri, kondisi makro ekonomi global dan domestik (tingkat suku bunga dan inflasi), kebijakan-kebijakan pemerintah, geopolitik dan pemilu yang dilaksanakan di lebih dari 70 negara pada tahun 2024 dengan total representasi terhadap populasi dan GDP global masing-masing sebesar 54% dan 60%. Hal ini mengakibatkan para enterpreneur dan pengusaha tend to wait and see.

“Dapat kami sampaikan juga secara regional, bursa-bursa ASEAN juga mengalami penurunan jumlah IPO sebesar 35% dan nilai dana yang dihimpun sebesar 51%,” kata Nyoman.

“Harapannya, dengan telah usainya pesta demokrasi pada tahun 2024 dan iklim politik yang kondusif pasca pelantikan presiden dan wakil oresiden Indonesia, dapat mendorong kepercayaan investor dan meningkatkan optimisme serta minat perusahaan untuk melakukan IPO dan tercatat di BEI,” pungkasnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 15 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 58 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia