Ada Perusahaan Ditolak IPO, Gara-garanya Ini
JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat 41 perusahaan yang menggelar initial public offering (IPO) sepanjang tahun ini. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang mencatat sebanyak 79 perusahaan IPO.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan penyebab angka IPO yang menurun. Menurutnya, beberapa perusahaan mengalami pembatalan pencatatan saham berupa penundaan dari calon perusahaan tercatat, maupun penolakan dari bursa sehubungan dengan concern bursa dari segi kondisi keuangan, operasional dan aspek hukum, termasuk going concern perusahaan.
“Kami memahami menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di BEI merupakan keputusan strategis bagi setiap perusahaan dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan. Keputusan tersebut juga dipengaruhi oleh berbagai faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal,” ungkap Nyoman kepada media, Selasa (31/12/2024).
Dari internal perusahaan, sambungnya kesiapan perusahaan juga merupakan faktor yang sangat krusial. Perusahaan harus mempertimbangkan berbagai aspek di antaranya kinerja keuangan dan pemenuhan organ GCG sesuai ketentuan.
Harapan
Selain faktor internal tersebut, sambung Nyoman, terdapat berbagai faktor eksternal yang juga mempengaruhi rencana IPO perusahaan. Termasuk di antaranya kinerja sektor atau industri, kondisi makro ekonomi global dan domestik (tingkat suku bunga dan inflasi), kebijakan-kebijakan pemerintah, geopolitik dan pemilu yang dilaksanakan di lebih dari 70 negara pada tahun 2024 dengan total representasi terhadap populasi dan GDP global masing-masing sebesar 54% dan 60%. Hal ini mengakibatkan para enterpreneur dan pengusaha tend to wait and see.
“Dapat kami sampaikan juga secara regional, bursa-bursa ASEAN juga mengalami penurunan jumlah IPO sebesar 35% dan nilai dana yang dihimpun sebesar 51%,” kata Nyoman.
“Harapannya, dengan telah usainya pesta demokrasi pada tahun 2024 dan iklim politik yang kondusif pasca pelantikan presiden dan wakil oresiden Indonesia, dapat mendorong kepercayaan investor dan meningkatkan optimisme serta minat perusahaan untuk melakukan IPO dan tercatat di BEI,” pungkasnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






