Jumat, 15 Mei 2026

Saham Emiten Maskapai Jatuh, Penerbangan Sedang Tidak Baik-baik Saja

Penulis : Thresa Sandra Desfika
31 Des 2024 | 14:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia (GIAA)
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia (GIAA)

JAKARTA, investor.id - Saham dua emiten maskapai di Indonesia jatuh sepanjang periode tahun 2024. Keduanya adalah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP).

Dari awal Januari 2024 sampai dengan akhir Desember 2024, saham Garuda Indonesia berkode GIAA turun 25,68%. Harganya per 30 Desember 2024 ada di Rp 55. Sedangkan pada 2 Januari 2024, saham GIAA masih dihargai Rp 74/lembar.

Sedangkan, AirAsia Indonesia (CMPP) merupakan induk usaha dari maskapai Indonesia AirAsia. Sepanjang tahun 2024, saham CMPP merosot 30,65% ke Rp 86 (per 30 Desember 2024). Di 2 Januari 2024, saham CMPP harganya masih Rp 124. 

ADVERTISEMENT

Tapi, sebagai catatan, saham GIAA dan CMPP dalam dua hari bursa terakhir, yakni pada 27 dan 30 Desember 2024, sama-sama lagi menghijau.

Dilihat dari kinerja keuangan, Garuda Indonesia membukukan pendapatan usaha US$ 2,56 miliar sepanjang 9 bulan 2024. Meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2023 di posisi US$ 2,23 miliar. Namun beban usaha juga membengkak jadi US$ 2,38 miliar, dari US$ 1,99 miliar.

Alhasil, maskapai pelat merah tersebut mencatatkan rugi bersih US$ 131 juta. Lebih besar dari US$ 72,38 juta pada 9 bulan 2023.

Sedangkan pendapatan usaha AirAsia Indonesia (CMPP) sejumlah Rp 5,9 triliun di 9 bulan 2024. Naik dibandingkan Rp 4,93 triliun pada periode yang sama tahun 2023. Tapi, beban usaha juga melonjak ke Rp 6,27 triliun, dari sebelumnya Rp 5,60 triliun.

AirAsia Indonesia membukukan rugi bersih Rp 598,57 miliar di periode Januari-September 2024.

Tidak Baik-baik Saja

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia