Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Terancam Melemah, Saham BRMS hingga LPKR Malah Bakal Cuan

Penulis : Indah Handayani
13 Jan 2025 | 07:31 WIB
BAGIKAN
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah terbatas pada Senin (13/1/2025). IHSG hari ini diperkirakan bergerak pada rentang support dan resistance di level 7.000 – 7.140.

Perusahaan efek itu merekomendasikan saham BRMS hingga LPKR malah bakal cuan.

Pada perdagangan Jumat (10/1/2025), IHSG ditutup menguat sebesar 24,28 poin (0,34%) ke level 7.088. Mayoritas sektor saham menguat dan penguatan terbesar terjadi pada sektor energi Sebesar 2,47%.

ADVERTISEMENT

Pilarmas mengatakan, sejumlah data akan dirilis pada pekan ini dan akan memberikan tekanan bagi pergerakan pasar. Dari Amerika Serikat (AS), setelah data ketenagakerjaan yang membuat heboh, data inflasi yang keluar pada tanggal 15 Januari akan membuat perhatian pelaku pasar dan investor tertuju secara penuh.

“Selain itu, data Initial Jobless Claims dan Continuing Claims diproyeksikan akan naik,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Senin (13/1/2025).

Selain data inflasi AS, Pilarmas mengatakan, inflasi Eropa pun menjadi perhatian setelah sebelumnya mengalami kenaikkan. Namun kali ini inflasi Eropa diproyeksikan akan stabil dan bertahan di level yang sama, 2.4% YoY dan untuk inflasi inti YoY diproyeksikan berada di 2,7%.

Data China

Pilarmas menambahkan, data panas, selain dari AS, juga akan hadir dari China dimana pertumbuhan ekonomi China kuartal keempat akan tiba, yang konon secara YoY akan mengalami kenaikan dari sebelumnya 4.6% menjadi 4.8% - 5%, namun sayang secara YTD YoY pertumbuhan ekonomi kuartal keempat hanya naik 0.1% dari sebelumnya 4.8%.

“Itu artinya perekonomian China akan tumbuh namun dibawah 5% sesuai prediksi banyak pihak,” tambahnya.

Menurut Pilarmas, apabila pertumbuhan ekonomi China tahun 2024 dibawah 5%, hal ini akan semakin menambah tekanan pesimistis pelaku pasar dan investor terhadap daya tahan perekonomian China kedepannya di tengah ketiadaan stimulus baru di pasar.

Pilarmas merekomendasikan saham BRMS hingga LPKR malah bakal cuan, yaitu:

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 53 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 57 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia