IHSG Terjun Bebas, 8 Saham Justru Sentuh ARA Berjemaah
JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup terjun bebas, karena jatuh 71,98 poin (1,02%) ke level 7.016,8 pada Senin (13/1/2025). Hal itu karena karena diterpa sentimen negatif bertubi-tubi dari eksternal dan internal.
Delapan saham justru menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) berjemaah, salah satunya CBDK.
Berdasarkan data RTI, sebanyak 234 saham terpantau naik, 383 saham turun, dan 186 saham stagnan. Adapun total nilai transaksi di bursa hari ini mencapai Rp 11,7 triliun. Volume perdagangan sebanyak 16,42 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1.440.367 kali.
Hampir seluruh sektor saham melemah pada penutupan pasar hari ini. Pelemahan terdalam terjadi di sektor perindustrian 1,3%. Diikuti pelemahan di sektor keuangan 1,2%, sektor properti 0,6%, sektor barang konsumsi primer 0,6%, dan sektor transportasi 0,6%.
Sedangkan penguatan hanya terjadi di sektor barang baku 0,4%.
Sementara itu, saat IHSG hari ini melemah, indeks saham Asia juga kompak turun. Shanghai (China) melemah 0,2%, Straits Times (Singapura) turun 0,5%, Hang Seng (Hong Kong) anjlok 1%. Sedangkan Nikkei (Jepang) libur.
Saat IHSG hari ini terkoreksi, delapan saham justru sentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) berjemaah dan masuk dalam daftar top gainers. Sebab, melejit hingga 34%.
Saham ARA
Kedelapan saham ARA tersebut adalah PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) melonjak 34,4% menjadi Rp 117, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melejit 25% menjadi Rp 5.075, dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) melesat 25% menjadi Rp 1.900.
Diikuti saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) terkerek 24,7% menjadi Rp 474, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) meningkat 24,7% menjadi Rp 5.550, dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) terdongkrak 24,6% menjadi Rp 2.780
Selanjutnya saham PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) naik 24,5% menjadi Rp 436 dan PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) menguat 24,3% menjadi Rp 286.
Pilarmas menjelaskan, IHSG terkoreksi karena diterpa sentimen negatif bertubi-tubi dari eksternal dan internal. Dari eksternal, dipicu pasar yang bersikap pesimis pemangkasan suku bunga The Fed lebih cepat. Sikap pasar tersebut di latar belakangi rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) di akhir pekan kemarin.
Menurut Pilarmas, pasar memiliki pandangan bahwa laporan pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan pada Jumat pekan lalu menunjukkan peningkatan pasar tenaga kerja dan ekonomi yang kuat. Hal itu memperkuat ekspektasi bahwa The Fed dapat melanjutkan pemangkasan suku bunga yang lebih lambat tahun ini.
Sementara dari dalam negeri, capital outflow investor asing masih menjadi sentimen bagi pergerakan indeks IHSG. “Pasar mencermati aksi outflow investor asing masih terjadi,” tutup Pilarmas.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






