Jumat, 15 Mei 2026

Kabar Kurang Sedap bagi Mayora (MYOR) dan Sido Muncul (SIDO)

Penulis : Jauhari Mahardhika
13 Jan 2025 | 19:27 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kantor PT Mayora Indah Tbk (MYOR). (Foto: Mayora)
Ilustrasi kantor PT Mayora Indah Tbk (MYOR). (Foto: Mayora)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah berencana menerapkan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) pada semester II-2025, apabila prosesnya berjalan lancar. Hal itu menjadi kabar kurang sedap bagi PT Mayora Indah Tbk (MYOR) serta PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).

Pada perdagangan Senin (13/1/2025), saham Mayora (MYOR) terjungkal 5,9% ke level Rp 2.550. Sedangkan saham Sido Muncul (SIDO) stagnan di posisi Rp 605.

Pemerintah akan menyusun terlebih dahulu peraturan teknis melalui Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Keuangan, sebelum menerapkan cukai MBDK. Peraturan teknis tersebut bakal mengatur ambang batas, jenis MBDK, hingga besaran tarif cukai.

ADVERTISEMENT

Dengan demikian, cukai MBDK tidak akan langsung dikenakan untuk semua minuman yang termasuk dalam kelompok MBDK. Pemerintah sendiri menargetkan penerimaan negara dari cukai MBDK sebesar Rp 3,5 triliun pada 2025.

Sebelumnya, pada September 2024, DPR mengusulkan tarif cukai MBDK minimum sebesar 2,5% pada 2025 dan secara bertahap akan ditingkatkan hingga mencapai 20%. Usulan tersebut berbeda dengan rancangan yang beredar sebelumnya, dimana tarif cukai MBDK yang dipertimbangkan sebesar Rp 1.771/liter, sejalan dengan rata-rata tarif cukai MBDK di sejumlah negara Asia Tenggara.

Wacana cukai MBDK pada September 2024 tersebut tidak mencantumkan kriteria produk MBDK yang akan dikenakan cukai. Namun, dalam rancangan sebelumnya, produk MBDK yang dipungut cukai adalah produk MBDK tanpa bahan tambahan pangan pemanis dengan kadar gula lebih dari 6 gram per 100 ml dan produk MBDK yang mengandung bahan tambahan pangan pemanis alami ataupun buatan dalam kadar berapa pun.

Lantas, bagaimana dampaknya terhadap perusahaan barang konsumer? 

Menurut Investment Analyst Lead Stockbit Sekuritas, Edi Chandren, secara kuantitatif estimasi dampak negatif cukai MBDK bagi profitabilitas perusahaan konsumer baru dapat dihitung setelah pemerintah merilis peraturan teknis perhitungan cukai.

Namun, secara kualitatif, Stockbit menilai dampak negatif dari cukai tersebut bisa saja diminimalisasi dengan dua hal. Pertama, perusahaan dapat meluncurkan produk sejenis yang lebih rendah gula (less sugar). Kedua, perusahaan dapat meneruskan (pass-on) sebagian beban cukai ke dalam harga jual produk.

“Kami menilai bahwa Mayora Indah (MYOR), yang memiliki produk terekspos cukai MBDK sebesar 25-30% dari total pendapatan, berpotensi merasakan dampak terbesar dari penerapan cukai ini,” tulis Edi dalam ulasannya.

Setelah MYOR adalah Sido Muncul (SIDO). SIDO memiliki eksposur sekitar 15-20% terhadap pendapatan perusahaan.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia