Kabar Kurang Sedap bagi Mayora (MYOR) dan Sido Muncul (SIDO)
JAKARTA, investor.id – Pemerintah berencana menerapkan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) pada semester II-2025, apabila prosesnya berjalan lancar. Hal itu menjadi kabar kurang sedap bagi PT Mayora Indah Tbk (MYOR) serta PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).
Pada perdagangan Senin (13/1/2025), saham Mayora (MYOR) terjungkal 5,9% ke level Rp 2.550. Sedangkan saham Sido Muncul (SIDO) stagnan di posisi Rp 605.
Pemerintah akan menyusun terlebih dahulu peraturan teknis melalui Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Keuangan, sebelum menerapkan cukai MBDK. Peraturan teknis tersebut bakal mengatur ambang batas, jenis MBDK, hingga besaran tarif cukai.
Dengan demikian, cukai MBDK tidak akan langsung dikenakan untuk semua minuman yang termasuk dalam kelompok MBDK. Pemerintah sendiri menargetkan penerimaan negara dari cukai MBDK sebesar Rp 3,5 triliun pada 2025.
Sebelumnya, pada September 2024, DPR mengusulkan tarif cukai MBDK minimum sebesar 2,5% pada 2025 dan secara bertahap akan ditingkatkan hingga mencapai 20%. Usulan tersebut berbeda dengan rancangan yang beredar sebelumnya, dimana tarif cukai MBDK yang dipertimbangkan sebesar Rp 1.771/liter, sejalan dengan rata-rata tarif cukai MBDK di sejumlah negara Asia Tenggara.
Wacana cukai MBDK pada September 2024 tersebut tidak mencantumkan kriteria produk MBDK yang akan dikenakan cukai. Namun, dalam rancangan sebelumnya, produk MBDK yang dipungut cukai adalah produk MBDK tanpa bahan tambahan pangan pemanis dengan kadar gula lebih dari 6 gram per 100 ml dan produk MBDK yang mengandung bahan tambahan pangan pemanis alami ataupun buatan dalam kadar berapa pun.
Lantas, bagaimana dampaknya terhadap perusahaan barang konsumer?
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler






