Superbank Disebut Mau IPO, Begini Implikasinya ke Emtek (EMTK)
JAKARTA, investor.id – Bank digital, PT Super Bank Indonesia (Superbank) dikabarkan tengah mempertimbangkan rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada tahun ini.
Menurut laporan Bloomberg, Superbank sedang mencari beberapa bank untuk menggarap IPO dengan target perolehan dana sekitar US$ 200-300 juta dan valuasi senilai US$ 1,5-2 miliar.
Adapun pertimbangan IPO Superbank masih dalam tahap awal dan belum tentu akan terealisasi. Selain itu, rincian nilai dan besaran transaksi juga masih dapat berubah.
Investor Superbank saat ini antara lain PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek, Grab Holdings Ltd, Singapore Telecommunications Ltd (Singtel), dan KakaoBank Corp.
Emtek (EMTK) dan Singtel disebut laporan tersebut belum merespons permintaan komentar terkait isu IPO Superbank. Sedangkan Grab dan KakaoBank menolak untuk berkomentar.
Sementara itu, Head of Corporate Finance and Investor Relations Superbank, Ekaputra Aditya mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat berkomentar mengenai rumor atau spekulasi.
Baca Juga:
Astra (ASII) Masih DominanPer 30 September 2024, EMTK memiliki 31,27% saham Superbank. “Jika IPO Superbank terwujud dengan valuasi transaksi tersebut, kepemilikan 31,27% akan mengimplikasikan value sebesar US$ 469-625 juta bagi EMTK atau sekitar Rp 7,6-10,1 triliun,” ungkap Investment Analyst Lead Stockbit Sekuritas, Edi Chandren dalam ulasannya, Selasa (14/1/2025).
Menurut Edi, nilai tersebut setara dengan 23-30% dari kapitalisasi pasar atau market cap Emtek (EMTK) per Selasa (14/1). Superbank sendiri mencatatkan laba komprehensif sebesar Rp 15,2 miliar per 30 September 2024, membaik dibandingkan rugi komprehensif sebesar Rp 385,9 miliar per 31 Desember 2023.
IPO Perusahaan Besar
Sementara itu, berdasarkan data terakhir Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir Desember 2024, terdapat 22 perusahaan berada dalam pipeline IPO. Mayoritas merupakan perusahaan berskala besar dengan aset di atas Rp 250 miliar, mencakup sektor-sektor seperti konsumer non-primer, energi, dan kesehatan.
Apabila dilihat dari klasifikasi aset perusahaan, sebanyak satu perusahaan berskala kecil dengan aset di bawah Rp 50 miliar, dua perusahaan berskala menengah dengan aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar, dan 19 perusahaan berskala besar dengan aset di atas Rp 250 miliar.
Berikut adalah jumlah emiten yang antre IPO berdasarkan sektornya:
3 perusahaan dari sektor material dasar
1 perusahaan dari sektor konsumer primer
5 perusahaan dari sektor konsumer non primer
3 perusahaan dari sektor energi
Baca Juga:
Petunjuk Bagi Ritel terkait Saham BBRI2 perusahaan dari sektor finansial
3 perusahaan dari sektor kesehatan
3 perusahaan dari sektor industri
2 perusahaan dari sektor properti dan real estate
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






