Jumat, 15 Mei 2026

Waktunya Beli Saham AADI?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
15 Jan 2025 | 07:46 WIB
BAGIKAN
Batu bara Adaro Andalan Indonesia (AADI). Perseroan
Batu bara Adaro Andalan Indonesia (AADI). Perseroan

JAKARTA, investor.id - Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melompat 4,49% ke Rp 8.725 pada perdagangan 14 Januari 2025 kemarin.

Sebanyak 23,69 juta saham AADI ditransaksikan, frekuensi 12.104 kali, dan nilai transaksi Rp 204,34 miliar.

Analis teknikal RHB Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi menilai saham Adaro Andalan Indonesia (AADI) terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA20 dengan volume rendah.

“Selama di atas garis MA20 maka berpeluang untuk kembali rebound dan melanjutkan fase bullish-nya,” ungkap Wafi dalam ulasannya untuk perdagangan Rabu (15/1/2025).

ADVERTISEMENT

Ia merekomendasikan buy area saham AADI di sekitar 8.350 dengan target jual di 9.600 hingga 11.375. “Cut loss di 7.675,” pungkasnya.

Sementara itu, Adaro Andalan Indonesia (AADI) siap bertumbuh dengan proyeksi pendapatan sebesar US$ 6,6 miliar pada 2026 atau naik 9,9% yoy. Pertumbuhan itu bakal ditopang oleh harga batu bara yang stabil, peningkatan produksi, dan kontribusi dari PLTU (Kaltara Power Indonesia/KPI).

Adapun pendapatan Adaro Andalan pada 2025 diestimasi mencapai US$ 6 miliar atau meningkat 14,32% yoy. EBITDA diperkirakan senilai US$ 1,8 miliar pada 2025 atau naik 11% yoy. Laba bersih ditaksir sebesar US$ 1,2 miliar atau meningkat 14,6% yoy.

“Adaro Andalan Indonesia (AADI) memiliki margin yang solid dan momentum pertumbuhan yang kuat,” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Laurencia Hiemas dalam riset belum lama ini.

Emiten berkode saham AADI tersebut mengoperasikan tujuh aset tambang batu bara dengan cadangan 917,4 juta ton dan sumber daya 4,1 miliar ton. AADI mengamankan umur tambang hingga 81 tahun.

Meskipun belanja modal (capex) mencapai puncaknya sekitar US$ 400 juta pada 2024-2025, kas perusahaan diproyeksikan tumbuh dari US$ 3,6 miliar pada 2024 menjadi US$ 4,8 miliar pada 2026. Free cash flow atau arus kas bebas juga diperkirakan meningkat dari US$ 432 juta pada 2023 menjadi US$ 1,7 miliar pada 2026.

“DPS (dividend per share) atau dividen per saham AADI diproyeksikan mencapai Rp 1.100 pada 2026, dengan DPR (dividend payout ratio) stabil sebesar 43,5%. Itu mencerminkan DPR ADRO sekitar 50% dan yield sekitar 20% dalam dua tahun terakhir,” jelas Laurencia.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia