Jumat, 15 Mei 2026

Dua Faktor Pendorong IHSG Menuju 8.000 di 2025

Penulis : M. Ghafur Fadillah
15 Jan 2025 | 15:24 WIB
BAGIKAN
Investor berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Investor berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id– Konsumsi domestik diprediksi menjadi fundamental indeks harga saham gabungan (IHSG) untuk mendaki menuju level 8.000 pada tahun ini.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Rully Arya Wisnubroto memproyeksikan, IHSG dapat mencapai level 8.000 tahun ini didorong oleh dua faktor. Pertama, stabilitas ekonomi domestik yang meliputi terjaganya inflasi dan kedua, daya beli masyarakat yang tetap kuat.

Dua faktor itulah, menurut Arya, yang akan menopang optimisme terhadap pasar saham Indonesia. “Inflasi yang stabil menjadi kunci terutama karena harga bahan makanan akan terus menunjukkan tren penurunan,” ujarnya dalam Media Day Mirae Asset Sekuritas di Jakarta, Selasa (14/1/2025).

ADVERTISEMENT

Stabilitas inflasi tersebut nantinya terefleksi dari keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan. Kondisi ini bisa dicapai dengan catatan, tidak ada gangguan besar seperti cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi produksi.

Selain itu, pembatasan penerapan PPN 12% hanya pada barang dan jasa mewah juga menjadi kebijakan strategis yang diyakini dapat menjaga konsumsi rumah tangga tetap solid.

“Langkah ini membantu daya beli masyarakat tetap kuat, yang merupakan motor penggerak utama ekonomi Indonesia,” tambahnya.

Sektor Recommended

Sedangkan dari sisi makroekonomi, Rully dan Tim Riset Mirae memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 akan mencapai 5%, didukung oleh konsumsi domestik yang kuat dan investasi yang stabil.

Suku bunga acuan diperkirakan berada di level 5,5% pada akhir tahun, dengan potensi penurunan baru terjadi pada semester kedua tahun ini.

“Dengan fluktuasi pasar yang masih tinggi, Bank Indonesia (BI) kemungkinan akan tetap berhati-hati dan baru mulai menurunkan suku bunga di paruh kedua 2025. Langkah ini diharapkan dapat mendorong likuiditas pasar dan memperkuat sentimen positif di pasar saham,” terang Rully.

Dia pun optimistis, melalui dukungan kebijakan yang tepat, pasar modal Indonesia dapat tumbuh positif kendati menghadapi tantangan global, termasuk kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memicu ketegangan perdagangan internasional.

“Kolaborasi yang baik antara pemerintah, Bank Indonesia, dan pelaku pasar akan menjadi kunci menghadapi tantangan global. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasar dan menciptakan peluang investasi yang menarik bagi investor domestik maupun asing,” tuturnya.

Mirae Asset merekomendasikan investor untuk fokus pada saham-saham defensif di sektor konsumsi, perbankan, dan infrastruktur, yang dinilai memiliki fundamental kuat dan potensi pertumbuhan stabil.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 41 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 45 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia