Jumat, 15 Mei 2026

BBRI Bisa Lari ke Sini

Penulis : Ghafur Fadillah
16 Jan 2025 | 06:56 WIB
BAGIKAN
Investor berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Investor berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup semringah dengan menguat signifikan 1,77% ke level 7.079 pada perdagangan Rabu (15/1/25), imbas pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) menjadi 5,7% dari sebelumnya pada level 6%. Sejumlah analis sepakat, momentum ini mampu menjadi bensin untuk reli IHSG di zona hijau.

Founder Stocknow. id Hendra Wardana menuturkan, melajunya indeks ke zona hijau tak lain dan tak bukan berkat kabar penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia dari 6% menjadi 5,75%. Kebijakan ini memberikan harapan baru bagi pasar, terutama sektor perbankan, yang menjadi pendorong utama kenaikan IHSG.

Saham-saham seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan kenaikan tajam, masing-masing 2,89%, 6,48%, 7,63%, dan 6,78%, menunjukkan respons positif dari investor terhadap langkah BI yang bertujuan meningkatkan likuiditas dan daya beli masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Namun, meskipun penurunan suku bunga memberikan sentimen positif, penguatan IHSG di tengah ketidakpastian global tetap menghadapi tantangan. Sentimen negatif dari kebijakan ekonomi global, seperti Trumponomic dan potensi langkah-langkah The Fed, dapat membatasi rally IHSG dalam jangka panjang,” jelasnya kepada Investor Daily, Rabu (15/1/2025).

Meskipun begitu, Hendra menuturkan, likuiditas yang longgar diharapkan dapat mempertahankan momentum positif, setidaknya dalam waktu dekat, dengan IHSG diperkirakan akan menguji resistance di 7.197 dan support di 7.014 dalam perdagangan mendatang. Sedangkan untuk skenario terbaiknya, IHSG diramal bergerak pada rentang 7.140 hingga 7.263, dengan kemungkinan mencapai 7.300 pada kuartal pertama jika sentimen positif domestik terus mendominasi.

“Fundamental ekonomi yang kuat dan kebijakan propasar akan sangat menentukan kemampuan IHSG untuk melanjutkan penguatannya di tengah tantangan global yang ada,” ujar dia.

Target Harga

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 49 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 53 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia