Emiten Baru Efeknya Besar, Agung Sedayu & Salim Group Diungkit Bos Muda
JAKARTA, investor.id - Saham emiten baru, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melonjak 19,75% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 7.275 pada perdagangan Rabu (15/1/2025) kemarin.
CBDK pertama kali mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 13 Januari 2025 dan selalu ARA sejak saat itu. Dari harga IPO di Rp 4.060, saham CBDK sudah melambung 79,19%.
Pada 15 Januari, sebanyak 818,3 ribu saham Bangun Kosambi ditransaksikan, frekuensi 3.431 kali, dan nilai transaksi Rp 5,95 miliar.
Baca Juga:
RATU Kena SuspensiSaham Bangun Kosambi Sukses (CBDK) yang melesat membuatnya masuk daftar top leaders IHSG kemarin di nomor 9 dengan memberikan kontribusi +1,69 poin. Emiten baru ini sudah punya pengaruh besar ke IHSG. Adapun nilai kapitalisasi pasarnya Rp 41,24 triliun.
Bangun Kosambi Sukses merupakan anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2. Yang mana PANI adalah emiten Agung Sedayu dan Salim Group.
Dukungan 2 Grup Besar
Presiden Direktur Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Steven Kusumo mengungkapkan rasa syukurnya dapat membawa perusahaan yang dipimpinnya menjadi perusahaan terbuka. Steven mengatakan CBDK memiliki beberapa proyek yang tengah berjalan termasuk pembangunan gedung konvensi bertaraf internasional.
“Saat ini kami memiliki area CBD, area perkantoran, residential, produk komersial, kavling komersial, dan juga pembangunan NICE yaitu Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) yang kami harap bahwa dengan kehadiran NICE akan menjadi ikon yang terbaru di dalam kawasan CBD PIK 2," ucap Steven di BEI, Jakarta, Senin (13/1/2025).
Baca Juga:
BBRI Bisa Lari ke SiniLebih lanjut, Steven mengungkapkan optimismenya terhadap perkembangan industri MICE di CBD PIK 2. Ia juga mengungkit soal Agung Sedayu dan Salim Group.
"Dan tentunya kami juga harap bahwa dengan kehadiran NICE Itu akan mendukung kepada pertumbuhan ekonomi menjadi sebuah economic driver di dalam bidang sektor MICE yaitu meetings, incentive, convention, and exhibition dengan dukungan dari dua grup besar di Indonesia yaitu Agung Sedayu Group dan Salim Group serta land bank yang luas dan strategis," tambah Steven.
Berdasarkan prospektus CBDK, Steven Kusumo warga negara Indonesia berusia masih muda 34 tahun. Menjabat sebagai presiden direktur perseroan sejak tahun 2024. Dia memiliki hubungan kekeluargaan dengan Presiden Komisaris CBDK Richard Halim Kusuma (putra Aguan) dan Direktur CBDK Linda Kusumo.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






