GGRP Ekspor Baja Ramah Lingkungan ke Selandia Baru
JAKARTA, investor.id - PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) meraih kontrak ekspor baja rendah emisi jenis balok las (welded beam) senilai US$ 1,5 juta atau setara Rp 24,3 miliar. Ekspor ini ditujukan ke Selandia Baru sebagai bagian dari total pengiriman 1.210 metric ton (MT) baja yang direncanakan selesai pada Maret 2025.
Presiden Direktur Gujung Raja Paksi Fedaus optimis permintaan baja rendah emisi akan terus meningkat ke depannya, sejalan dengan tingginya permintaan dari luar negeri. Pun dari segi keamanannya, produk dari perseroan diklaim telah memenuhi standar internasional dan mendukung visi pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
"Ekspor ini mendukung visi Indonesia sebagai pemain utama di pasar baja global yang ramah lingkungan," jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (16/1/2025).
Ia menambahkan, produk welded beam yang diekspor GGRP memiliki sejumlah keunggulan, seperti desain siap pasang yang mengurangi waktu kerja di lapangan, peningkatan keselamatan kerja, serta efisiensi biaya konstruksi melalui fabrikasi di pabrik yang memastikan kualitas konsisten.
Scrap
"Produk ini juga diproduksi menggunakan teknologi Electric Arc Furnace (EAF), yang memanfaatkan lebih dari 70 persen material sisa (scrap), sehingga menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan metode konvensional," tambahnya.
Sebagai informasi, hingga akhir 2024, GGRP telah berhasil mengekspor produk baja ke 35 negara, dengan nilai ekspor tahunan mencapai US$ 20 juta. Dalam tiga tahun terakhir (2021-2024), total ekspor GGRP tercatat sebesar US$ 87 juta, dengan pasar utama termasuk Kanada, Australia, dan Selandia Baru.
Dengan permintaan dunia yang terus meningkat, mencapai US$865 miliar selama 2018-2023. GGRP optimis terhadap prospek pertumbuhan industri baja Indonesia di pasar global. "Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dalam produk baja yang mendukung pembangunan berkelanjutan," pungkas Fedaus.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

