Jumat, 15 Mei 2026

GGRP Ekspor Baja Ramah Lingkungan ke Selandia Baru

Penulis : Ghafur Fadillah
16 Jan 2025 | 15:58 WIB
BAGIKAN
PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP). (ist)
PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP). (ist)

JAKARTA, investor.id - PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) meraih kontrak ekspor baja rendah emisi jenis balok las (welded beam) senilai US$ 1,5 juta atau setara Rp 24,3 miliar. Ekspor ini ditujukan ke Selandia Baru sebagai bagian dari total pengiriman 1.210 metric ton (MT) baja yang direncanakan selesai pada Maret 2025.  

Presiden Direktur Gujung Raja Paksi Fedaus optimis permintaan baja rendah emisi akan terus meningkat ke depannya, sejalan dengan tingginya permintaan dari luar negeri. Pun dari segi keamanannya, produk dari perseroan diklaim telah memenuhi standar internasional dan mendukung visi pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

"Ekspor ini mendukung visi Indonesia sebagai pemain utama di pasar baja global yang ramah lingkungan," jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (16/1/2025).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, produk welded beam yang diekspor GGRP memiliki sejumlah keunggulan, seperti desain siap pasang yang mengurangi waktu kerja di lapangan, peningkatan keselamatan kerja, serta efisiensi biaya konstruksi melalui fabrikasi di pabrik yang memastikan kualitas konsisten.

Scrap

"Produk ini juga diproduksi menggunakan teknologi Electric Arc Furnace (EAF), yang memanfaatkan lebih dari 70 persen material sisa (scrap), sehingga menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan metode konvensional," tambahnya. 

Sebagai informasi, hingga akhir 2024, GGRP telah berhasil mengekspor produk baja ke 35 negara, dengan nilai ekspor tahunan mencapai US$ 20 juta. Dalam tiga tahun terakhir (2021-2024), total ekspor GGRP tercatat sebesar US$ 87 juta, dengan pasar utama termasuk Kanada, Australia, dan Selandia Baru.  

Dengan permintaan dunia yang terus meningkat, mencapai US$865 miliar selama 2018-2023. GGRP optimis terhadap prospek pertumbuhan industri baja Indonesia di pasar global. "Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dalam produk baja yang mendukung pembangunan berkelanjutan," pungkas Fedaus.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia