Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Longsor, Imbas Likuidasi Besar-besaran Investor

Penulis : Indah Handayani
28 Jan 2025 | 05:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas (Foto: ANTARA/REUTERS/Yuriko Nakao/pri)
ilustrasi harga emas (Foto: ANTARA/REUTERS/Yuriko Nakao/pri)

NEW YORK, investor.id - Harga emas longsor pada Senin (27/1/2025). Setelah mendekati rekor tertinggi pada perdagangan sebelumnya. Penurunan ini terjadi karena investor melikuidasi posisi mereka di pasar emas.

Dikutip dari CNBC internasional, hal itu terjadi seiring dengan aksi jual besar-besaran di pasar saham yang dipicu oleh meningkatnya minat terhadap startup kecerdasan buatan asal China, DeepSeek.

Harga emas spot longsor 1,3% menjadi US$ 2.736,75 per ons. Sementara kontrak berjangka emas AS ditutup jatuh 1,5% pada US$ 2.738,40 per ons. Sebelumnya, harga emas telah mencapai level mendekati rekor tertingginya pada Jumat lalu.

ADVERTISEMENT

Penurunan tajam di pasar saham global memicu pergerakan investor yang cenderung menghindari risiko pada aset lain. Hal ini juga menyebabkan imbal hasil obligasi AS turun ke level terendah dalam tiga minggu dan indeks dolar AS menyentuh level terendah sejak 18 Desember.

Kepala strategi komoditas di TD Securities Bart Melek mengatakan, aksi jual tersebut lebih didorong oleh pasar saham secara keseluruhan daripada faktor sentimen suku bunga atau mata uang. Sebab, ada sedikit tekanan likuiditas di pasar.

“Beberapa investor mungkin perlu menciptakan likuiditas karena saham yang mereka gunakan untuk leverage mengalami pergerakan besar, sehingga emas juga dijual bersamaan dengan aset berisiko lainnya,” ungkap Melek.

Suku Bunga The Fed

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia