Saham Ini Bisa ke Rp 11.000-an, Sekarang Lagi Murah, Dividen Siap Diketok
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA anjlok ke Rp 9.350 pada perdagangan 24 Januari 2025, dan merupakan level terendahnya dalam enam bulan terakhir.
Saham BBCA banyak dilepas asing dengan net sell Rp 739 miliar, dan nilai transaksi jual secara keseluruhan mencapai Rp 1,09 triliun.
Saham Bank Central Asia lagi murah dengan rasio price to book value (PBV) 4,39 kali. Di bawah mean PBV standard deviation tiga tahun terakhir di 4,98 kali.
Sedangkan, price earning ratio (PER) BBCA saat ini 21,02 kali (TTM). Dibandingkan mean PE standard deviation 26,07 kali tiga tahun terakhir.
Mandiri Sekuritas dalam investor digest pada 24 Januari merekomendasikan beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.500.
Sementara itu, Bank Central Asia (BBCA) atau BCA mengumumkan akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 12 Maret 2025. Tapi, belum diungkap rinci mata acara rapat.
Namun jika mengacu RUPST pada tahun lalu, salah satu mata acara rapat adalah persetujuan penggunaan laba bersih.
Sinyal Dividen Lebih Besar
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






