Saham Ini Bisa ke Rp 11.000-an, Sekarang Lagi Murah, Dividen Siap Diketok
Bank Central Asia (BBCA) atau BCA beserta entitas anak menutup tahun 2024 dengan pertumbuhan kinerja yang solid. Laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh tinggi 12,7% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 54,84 triliun.
Seiring dengan pertumbuhan laba yang tinggi tersebut, Presiden Direktur BCA (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan, secara tahunan memang dari nominal dividen yang dibayarkan lebih besar kepada para pemegang saham. Namun, hal tersebut harus melalui persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) terlebih dahulu.
“Kami pernah janji kepada para investor, dividen yang dibayar BCA absolutnya itu harus lebih tinggi setiap tahun, kecuali pada tahun 2020 pada saat Covid, karena profitnya negatif growth 5%. Nah, tahun ini naik 12,7% ini akan ditentukan nanti dalam RUPS. Saya nggak berani menjanjikan apakah ini akan lebih atau kurang. Tapi seingat saya tahun lalu 68,5% dari profit kami bagi sebagai dividen,” urai Jahja dalam konferensi pers, Kamis (23/1/2025).
Untuk tahun buku 2023, BBCA membagikan dividen total Rp 33,28 triliun atau Rp 270/saham. Terdiri dari Rp 42,5/saham untuk dividen interim, dan Rp 227,5/saham sebagai dividen final.
Di tahun buku 2024, BCA sudah menebar dividen interim Rp 50/saham yang dibayarkan pada 11 Desember 2024.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






