Rupiah Jebol Level Rp 16.300, Tertekan Data Ekonomi AS Solid
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka jatuh pada Jumat pagi (31/1/2025). Hal itu karena tertekan data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang solid.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.08 WIB di pasar spot exchange, rupiah menguat 53,5 poin (0,33%) ke level Rp 16.309,5 per dolar AS. Pada perdagangan Kamis (30/1/2025), mata uang rupiah sempat ditutup melemah 35 poin berada di level Rp 16.256 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dollar terpantau naik 0,36 poin menjadi 108,1. Sedangkan imbal hasil obligasi AS 10 tahun terlihat turun 1 poin di level 4,53%.
Dikutip dari Reuters, pada perdagangan pasar global, indeks dolar AS naik ke level 108,1 terhadap sejumlah mata uang utama. Namun, secara bulanan, mata uang ini masih mencatatkan penurunan sebesar 0,3%.
Data ekonomi yang dirilis pada Kamis menunjukkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) melambat pada kuartal keempat. Meskipun demikian, belanja konsumen meningkat pada laju tercepat dalam hampir dua tahun terakhir.
"Laporan PDB pada Kamis menegaskan bahwa ekonomi, terutama sektor konsumsi, tetap solid, dan tidak ada risiko resesi dalam waktu dekat. Hal ini memberikan ruang bagi The Fed untuk bersikap lebih sabar dalam memangkas suku bunga," ujar Kepala Strategi Pasar di BMO Private Wealth Carol Schleif.
Sebelumnya, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan dan Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan tidak ada urgensi untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Namun, ia juga mengisyaratkan bahwa masih ada peluang bagi pelonggaran kebijakan moneter mengingat suku bunga saat ini berada di atas tingkat netral yang ‘signifikan’.
Suku Bunga The Fed
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






