Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Jebol Level Rp 16.300, Tertekan Data Ekonomi AS Solid

Penulis : Indah Handayani
31 Jan 2025 | 09:30 WIB
BAGIKAN
Petugas menyusun uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jumat (1/3/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Petugas menyusun uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jumat (1/3/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka jatuh pada Jumat pagi (31/1/2025). Hal itu karena tertekan data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang solid.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.08 WIB di pasar spot exchange, rupiah menguat 53,5 poin (0,33%) ke level Rp 16.309,5 per dolar AS. Pada perdagangan Kamis (30/1/2025), mata uang rupiah sempat ditutup melemah 35 poin berada di level Rp 16.256 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dollar terpantau naik 0,36 poin menjadi 108,1. Sedangkan imbal hasil obligasi AS 10 tahun terlihat turun 1 poin di level 4,53%.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Reuters, pada perdagangan pasar global, indeks dolar AS naik ke level 108,1 terhadap sejumlah mata uang utama. Namun, secara bulanan, mata uang ini masih mencatatkan penurunan sebesar 0,3%.

Data ekonomi yang dirilis pada Kamis menunjukkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) melambat pada kuartal keempat. Meskipun demikian, belanja konsumen meningkat pada laju tercepat dalam hampir dua tahun terakhir.

"Laporan PDB pada Kamis menegaskan bahwa ekonomi, terutama sektor konsumsi, tetap solid, dan tidak ada risiko resesi dalam waktu dekat. Hal ini memberikan ruang bagi The Fed untuk bersikap lebih sabar dalam memangkas suku bunga," ujar Kepala Strategi Pasar di BMO Private Wealth Carol Schleif.

Sebelumnya, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan dan Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan tidak ada urgensi untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Namun, ia juga mengisyaratkan bahwa masih ada peluang bagi pelonggaran kebijakan moneter mengingat suku bunga saat ini berada di atas tingkat netral yang ‘signifikan’.

Suku Bunga The Fed

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 17 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 49 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 60 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia