Wall Street Babak Belur Usai AS Umumkan Tarif Baru
Jumat menutup Januari yang penuh volatilitas bagi pasar saham AS. Nasdaq Composite mencatat penurunan mingguan 1,6% setelah anjlok 3,07% pada Senin lalu. S&P 500 turun 1% dalam seminggu terakhir, sementara Dow Jones masih mampu menguat 0,3%. Nvidia, yang sempat merosot hampir 17% pada awal pekan, mencatat penurunan mingguan sekitar 16%.
Meskipun demikian, indeks utama tetap mencatat kenaikan bulanan, dengan S&P 500 naik 2,7%, Nasdaq naik 1,6%, dan Dow Jones mencatat kenaikan terbesar dengan 4,7% sepanjang Januari.
“Kami masih memiliki cukup banyak laporan keuangan yang akan dirilis. Biasanya, pasar cenderung menguat selama musim laporan keuangan, jadi kami tetap optimistis memasuki Februari,” kata CEO Infrastructure Capital Advisors Jay Hatfield.
Data inflasi terbaru yang dirilis pada Jumat menunjukkan bahwa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), indikator inflasi favorit The Fed, naik 0,3% pada Desember dibandingkan bulan sebelumnya, dan naik 2,6% secara tahunan. Angka ini sesuai dengan ekspektasi para ekonom, tetapi lebih tinggi dibandingkan kenaikan tahunan 2,4% pada bulan sebelumnya.
Kenaikan ini memunculkan kekhawatiran bahwa inflasi masih tetap tinggi. Tanpa memperhitungkan harga makanan dan energi, PCE inti juga meningkat 0,2% secara bulanan dan 2,8% secara tahunan.
Dengan ketidakpastian kebijakan tarif dan inflasi yang masih menjadi perhatian, investor akan terus mencermati langkah-langkah The Fed dan kebijakan ekonomi AS dalam beberapa pekan ke depan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






