Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Merana, Kebijakan Tarif AS Mengguncang Pasar

Penulis : Indah Handayani
5 Feb 2025 | 13:13 WIB
BAGIKAN
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpukul 40,87 poin (0,58%) ke level 7.032,5 pada penutupan sesi I, Rabu (5/2/2025). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini merana karena kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) mengguncang pasar.

Pilarmas menjelaskan, pergerakan IHSG hari ini sejalan dengan pelemahan indeks saham Asia yang dipengaruhi seputar perkembangan tarif perang dagang yang diberlakukan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) sehingga memunculkan sensitivitas pasar yang potensi akan terus berlanjut.

“Pasar menghadapi meningkatnya ketegangan perdagangan dan ketidakpastian ekonomi yang sedang berlangsung, di tengah meningkatnya kekhawatiran perang dagang AS-China dapat menghambat pertumbuhan global,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Rabu (5/2/2025).

ADVERTISEMENT

Pilarmas menambahkan, AS pada Selasa kemarin mengenakan tarif 10% pada barang-barang

China, yang mendorong pemerintahan China untuk mengumumkan tarif balasan atas ekspor AS, termasuk minyak, gas, batu bara, mobil, dan peralatan pertanian, mulai 10 Februari.

Sebelumnya dari Istana Kepresidenan AS mengatakan bahwa pembicaraan antara Donald Trump dan Xi Jinping belum dijadwalkan sehingga ini menambah ketidakpastian pasar. “Pasar tampaknya khawatir akan dampak perang dagang tersebut,” tegas Pilarmas.

Sentimen Dalam Negeri

Pilarmas menambahkan, dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia, dimana PDB kuartal IV-2024 tumbuh 5,02% secara yoy, dan secara qoq ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 0,53%, alhasil sepanjang tahun 2024 ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,03%.

“Meski data pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024 yang mencatatkan pertumbuhan tetap terjaga di atas 5%, namun demikian lebih rendah dari target pemerintah,” kata Pilarmas.

Meskipun pertumbuhan ekonomi di bawah target pemerintah yang sebesar 5,2%. Pilarmas menilai pertumbuhan masih di atas level 5% sehingga ini memberikan indikasi bagaimana pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di saat situasi global sedang mengalami banyak tekanan.

Pada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan SAFE, SMDM, ASPI, SONA, MLPT. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar SSMS, LION, BTEK, DNAR, TAXI.

Pilarmas merekomendasikan saham pilihan PTBA untuk perdagangan di sesi II. “Kami merekomendasikan PTBA buy dengan support dan resistance di 2.660 – 2.770,” tutup Pilarmas.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 8 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 59 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia