Rupiah Menanjak ke Rp 16.200-an karena Perang Dagang II Mereda
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menanjak ke level Rp 16.200-an pada perdagangan Rabu sore (5/2/2025). Hal itu seiring dengan meredanya kekhawatiran berlarutnya perang dagang II.
Mata uang rupiah ditutup menguat 58 poin ke level Rp 16.292 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar terlihat turun 0,23 poin menjadi 107,7. Nilai tukar rupiah sempat ditutup naik 97 poin (0,59%) ke level Rp 16.351 per dolar AS pada Selasa (4/2/2025).
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 58 poin sebelumnya sempat menguat 70 poin di level Rp 16.292 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.351. "Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp 16.250 - 16.310," ungkap Ibrahim, Rabu (5/2/2025).
Menurut Ibrahim, kekhawatiran tentang perang dagang global yang berlarut-larut sedikit mereda, menyusul kesepakatan menit-menit terakhir Trump dengan Kanada dan Meksiko. Baik Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum sepakat untuk meningkatkan upaya penegakan hukum perbatasan.
"Hal itu sebagai tanggapan atas permintaan presiden AS untuk menindak tegas imigrasi dan penyelundupan narkoba, yang mengarah pada penangguhan tarif 25% selama 30 hari," paparnya.
Sementara itu, lanjut dia, pasar China bereaksi terhadap ketegangan perdagangan AS setelah liburan Tahun Baru Imlek selama seminggu, saat Trump mengenakan tarif 10%. China telah mengumumkan tarif balasan atas barang-barang AS, termasuk pungutan 15% atas batu bara dan gas alam cair, dan tarif 10% atas minyak mentah, peralatan pertanian, dan kendaraan tertentu.
Perang Dagang AS-China
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






