Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Menanjak ke Rp 16.200-an karena Perang Dagang II Mereda

Penulis : Indah Handayani
5 Feb 2025 | 15:54 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU)
Ilustrasi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menanjak ke level Rp 16.200-an pada perdagangan Rabu sore (5/2/2025). Hal itu seiring dengan meredanya kekhawatiran berlarutnya perang dagang II. 

Mata uang rupiah ditutup menguat 58 poin ke level Rp 16.292 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar terlihat turun 0,23 poin menjadi 107,7. Nilai tukar rupiah sempat ditutup naik 97 poin (0,59%) ke level Rp 16.351 per dolar AS pada Selasa (4/2/2025). 

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 58 poin sebelumnya sempat menguat 70 poin di level Rp 16.292 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.351. "Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang  Rp 16.250 - 16.310," ungkap Ibrahim, Rabu (5/2/2025). 

ADVERTISEMENT

Menurut Ibrahim, kekhawatiran tentang perang dagang global yang berlarut-larut sedikit mereda, menyusul kesepakatan menit-menit terakhir Trump dengan Kanada dan Meksiko. Baik Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum sepakat untuk meningkatkan upaya penegakan hukum perbatasan. 

"Hal itu sebagai tanggapan atas permintaan presiden AS untuk menindak tegas imigrasi dan penyelundupan narkoba, yang mengarah pada penangguhan tarif 25% selama 30 hari," paparnya.

Sementara itu, lanjut dia, pasar China bereaksi terhadap ketegangan perdagangan AS setelah liburan Tahun Baru Imlek selama seminggu, saat Trump mengenakan tarif 10%. China  telah mengumumkan tarif balasan atas barang-barang AS, termasuk pungutan 15% atas batu bara dan gas alam cair, dan tarif 10% atas minyak mentah, peralatan pertanian, dan kendaraan tertentu. 

Perang Dagang AS-China

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 53 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 57 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia