Harga Bitcoin Naik, Tekanan Jual Berakhir?
JAKARTA, investor.id - Pasar kripto menguat dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin naik, akankah tekanan jual berakhir?.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Senin (10/2/2025) pukul 07.20 WIB, kapitalisasi pasar kripto global menguat 0,68% menjadi US$ 3,18 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) terlihat naik 0,39% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 96.814 per koin atau setara Rp 1,58 miliar (kurs, Rp 16.332).
Penguatan juga terjadi pada Ethereum (ETH) sebesar 0,7% menjadi US$ 2.660 per koin. Sedangkan Binance (BNB) terkerek naik 1,37% menjadi US$ 619 per koin.
Dikutip dari Cryptonews, pasar kripto mungkin sudah mendekati titik terendahnya, menurut Felix Hartmann, pendiri Hartmann Capital. Dalam unggahan di platform X pada 8 Februari, Hartmann mengungkapkan bahwa pendanaan negatif yang berkepanjangan serta sentimen bearish yang meluas bisa menjadi pertanda pasar siap untuk bangkit kembali.
Hartmann menyoroti bahwa tingkat pendanaan (funding rates) yang negatif dalam waktu lama menunjukkan lebih banyak penjual daripada pembeli di pasar. Kondisi ini sering kali menjadi sinyal kontrarian bahwa pasar telah mencapai titik terendah dan siap untuk rebound.
Baca Juga:
Pakar Feng Shui Ungkit Harga BitcoinSelain itu, banyak altcoin berkualitas telah mengalami koreksi hingga kembali ke tren jangka panjangnya, menghapus sebagian besar keuntungan yang diperoleh pada kuartal IV-2024.
Contohnya, Ethereum (ETH) yang sempat diperdagangkan di atas US$ 4.000 pada Desember 2024 kini turun ke US$ 2.639. Hal serupa terjadi pada Solana (SOL) yang menyentuh angka tertinggi US$ 295 pada 19 Januari, tetapi kini turun menjadi US$ 201.
Sementara itu, sektor meme coin mengalami penurunan kapitalisasi pasar hingga 32,38% pada akhir Desember, semakin memperkuat sentimen negatif di pasar kripto.
Indeks Kripto
Indeks Crypto Fear and Greed turun ke level 46 (‘Fear’), jauh dari skor ‘Greed’ 60 yang tercatat minggu sebelumnya. Beberapa analis menyebut bahwa sentimen yang buruk ini justru sering kali menjadi sinyal bullish. Mike Alfred, analis kripto terkemuka, menyebut bahwa kondisi pasar saat ini mirip dengan periode sebelum reli besar di masa lalu.
Senada dengan itu, Matt Hougan, Chief Investment Officer Bitwise, menyatakan bahwa sentimen investor ritel saat ini adalah yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Namun, di sisi lain, investor institusional justru masih sangat optimistis terhadap prospek pasar.
Baca Juga:
Bitcoin NgacirHartmann meyakini bahwa meskipun harga kripto masih dapat berfluktuasi, pasar sedang memasuki fase korektif terakhirnya. Ia menyoroti bahwa sebagian besar alokasi token dari modal ventura (VC) telah terjual habis dalam dua kuartal terakhir, yang berarti tekanan jual mulai mereda.
Dari Maret hingga Oktober 2024, sekitar US$ 35 miliar token yang telah di-unlock membanjiri pasar, menyebabkan peningkatan pasokan dan penurunan harga. Namun, dengan semakin sedikitnya token baru yang masuk ke bursa, pasar berpotensi untuk stabil dan mengalami kenaikan kembali.
Di sisi lain, jumlah Ether yang ditarik dari bursa derivatif kripto mencapai level tertinggi sejak Agustus 2023, yang diinterpretasikan sebagai sinyal bullish untuk harga ETH. Pada 6 Februari, arus keluar bersih ETH dari bursa derivatif mencapai 300 ribu ETH, setara dengan US$ 817,2 juta, menunjukkan bahwa tekanan jual mulai berkurang karena trader menutup posisi leverage dan memindahkan aset mereka ke penyimpanan dingin.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






