Harga Emas Ukir Rekor Tertinggi Setelah Ancaman Tarif Trump
NEW YORK, investor.id - Harga emas melonjak lebih dari 1% pada Senin (10/2/2025). Setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana tarif baru yang memicu kekhawatiran akan perang dagang global. Lonjakan ini mendorong emas sebagai aset safe haven ke rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).
Berdasarkan data terbaru, harga emas spot melejit 1,3% menjadi US$ 2.895,38 per ons pada saat berita ini ditulis. Harga emas sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di US$ 2.896,35, menjadikannya rekor ketujuh di sepanjang tahun ini. Sedangkan kontrak berjangka emas AS juga melesat 1,2% ke US$ 2.920,8 per ons.
“Pengumuman tarif baru oleh Trump meningkatkan kekhawatiran inflasi dan perlambatan ekonomi, yang mendorong harga emas lebih tinggi. Kami memperkirakan harga emas bisa mencapai US$ 3.000 per ons,” ujar Analis UBS Giovanni Staunovo.
Trump mengumumkan rencana tarif baru sebesar 25% terhadap seluruh impor baja dan aluminium ke AS pada akhir pekan lalu. Kebijakan ini menambah beban dari tarif sebelumnya dan semakin meningkatkan ketegangan perdagangan global.
Selain itu, Trump berencana menerapkan tarif balasan pada Selasa atau Rabu, yang akan berlaku segera dan menyesuaikan tarif dengan negara-negara mitra dagang.
“Kekhawatiran bahwa emas juga dapat terdampak perang tarif menyebabkan gangguan di pasar fisik,” kata Analis Senior Komoditas di ANZ Bank kata Daniel Hynes.
Kebijakan Tarif Trump
Sementara itu, pejabat The Fed pada Jumat lalu menyatakan ketidakpastian terkait dampak kebijakan tarif Trump terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang masih tinggi. Mereka menegaskan bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga, terutama karena pasar tenaga kerja AS masih kuat.
Emas dikenal sebagai investasi yang aman saat terjadi ketidakstabilan ekonomi dan keuangan. Namun, kenaikan suku bunga dapat mengurangi daya tariknya karena emas tidak memberikan imbal hasil.
“Saya belum melihat kemungkinan besar koreksi harga emas saat ini, kecuali dolar AS mengalami penguatan signifikan,” ujar Analis Pasar Senior OANDA untuk Asia Pasifik Kelvin Wong.
Di sisi lain, harga perak spot melesat 1% menjadi US$ 32,14 per ons, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak November. Platinum juga bertambah 0,8% menjadi US$ 983,86, sementara palladium naik 0,6% menjadi US$ 970,15 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






