Jumat, 15 Mei 2026

BBCA Naik Turun Biasa, Yang Penting Fundamental

Penulis : Thresa Sandra Desfika / Nida Sahara
11 Feb 2025 | 09:45 WIB
BAGIKAN
Presiden Direktur BCA (BBCA)b Jahja Setiaatmadja. (Ist)
Presiden Direktur BCA (BBCA)b Jahja Setiaatmadja. (Ist)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) cenderung tertekan di awal sesi I perdagangan 11 Februari 2025. Di sekitar pukul 09.38 WIB, saham ini ada di Rp 9.075 atau minus 0,82%.

Pada 10 Februari 2025 kemarin, saham BBCA turun 2,14%. Dan pada pekan lalu saham BBCA mayoritas ditutup di zona merah. Sebulan terakhir saham ini melemah 5,94%.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BBCA, Jahja Setiaatmadja sempat mengungkapkan bahwa sektor perbankan mengalami tekanan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

ADVERTISEMENT

Market memang drop termasuk sektor perbankan. Secara industri, terakhir BBCA turun 1,92%,” jelas Jahja kepada Investor Daily pada 6 Februari 2025.

Menurut Jahja, sulit melawan industri, karena emiten tidak bisa mengkondisikan pasar. “Kalau secara industri jangan dilawan, saham naik turun biasa, yang penting fundamental tetap baik,” sambung dia.

Target Harga dan Dividen

Sementara itu, secara fundamental, menurut Sucor Sekuritas, BBCA tetap merupakan bank yang kuat, namun pasar perlu menyesuaikan ekspektasi terhadap prospek pertumbuhan yang kurang agresif tahun ini dibandingkan tahun lalu.

Sucor menyatakan target harga BBCA telah direvisi turun menjadi Rp 11.500, meskipun rekomendasi beli tetap.

Bank Central Asia (BBCA) atau BCA mengumumkan akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 12 Maret 2025.

Tapi, belum diungkap rinci mata acara rapat. Namun jika mengacu RUPST pada tahun lalu, salah satu mata acara rapat adalah persetujuan penggunaan laba bersih.

Untuk tahun buku 2023, BBCA membagikan dividen total Rp 33,28 triliun atau Rp 270/saham. Terdiri dari Rp 42,5/saham untuk dividen interim, dan Rp 227,5/saham sebagai dividen final.

Di tahun buku 2024, BCA sudah menebar dividen interim Rp 50/saham yang dibayarkan pada 11 Desember 2024.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 10 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 42 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 53 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia