BBCA Naik Turun Biasa, Yang Penting Fundamental
11 Feb 2025 | 09:45 WIB
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) cenderung tertekan di awal sesi I perdagangan 11 Februari 2025. Di sekitar pukul 09.38 WIB, saham ini ada di Rp 9.075 atau minus 0,82%.
Pada 10 Februari 2025 kemarin, saham BBCA turun 2,14%. Dan pada pekan lalu saham BBCA mayoritas ditutup di zona merah. Sebulan terakhir saham ini melemah 5,94%.
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BBCA, Jahja Setiaatmadja sempat mengungkapkan bahwa sektor perbankan mengalami tekanan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca Juga:
ISAT Kenapa Begini?“Market memang drop termasuk sektor perbankan. Secara industri, terakhir BBCA turun 1,92%,” jelas Jahja kepada Investor Daily pada 6 Februari 2025.
Menurut Jahja, sulit melawan industri, karena emiten tidak bisa mengkondisikan pasar. “Kalau secara industri jangan dilawan, saham naik turun biasa, yang penting fundamental tetap baik,” sambung dia.
Target Harga dan Dividen
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler






