Emiten IPO Rp 21,9 Triliun, Masih Sisa Segini
JAKARTA, investor.id - Emiten sektor teknologi, PT Bukalapak Tbk (BUKA) optimistis menghadapi tahun 2025 dengan fokus pada empat pilar bisnis utama. Namun, perseroan tetap bersikap konservatif dalam penggunaan sisa dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO).
Head of Media and Communications Bukalapak Dimas Bayu menyatakan bahwa perseroan akan memanfaatkan dana IPO sesuai dengan rencana penggunaan dana (use of proceeds) yang telah disepakati dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).
"Kami bertanggung jawab untuk memastikan dana yang telah dipercayakan oleh masyarakat digunakan secara optimal dan transparan. Saat ini, kami belum bisa menyampaikan secara detail terkait rencana konkret penggunaan dana, tetapi tentu akan digunakan sesuai ketentuan yang ada," jelas Dimas dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/2/2025).
Bukalapak masih menunggu momentum yang tepat untuk mengungkap alokasi spesifik dana IPO.
Dimas menegaskan bahwa perseroan tetap mengikuti regulasi yang berlaku dalam pengelolaan dana tersebut.
"Intinya, kami akan memanfaatkan dana yang ada sesuai dengan rencana yang sudah disepakati di RUPS. Jika waktunya tepat, kami pasti akan menyampaikan informasi lebih lanjut," tambahnya.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2024, Bukalapak mencatatkan kas, setara kas, dan investasi likuid sebesar Rp 19 triliun.
Hingga 31 Desember 2024, perseroan masih mengelola dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp 9,33 triliun, yang ditempatkan dalam berbagai instrumen investasi.
Bukalapak sendiri menggelar aksi IPO pada tahun 2021 - atau hampir 4 tahun lalu - dengan menghimpun dana total Rp 21,9 triliun. Adapun hasil bersih yang diraih Rp 21,32 triliun.
Profitable
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






