Jumat, 15 Mei 2026

Emiten IPO Rp 21,9 Triliun, Masih Sisa Segini

Penulis : Ghafur Fadillah
18 Feb 2025 | 08:01 WIB
BAGIKAN
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Emiten sektor teknologi, PT Bukalapak Tbk (BUKA) optimistis menghadapi tahun 2025 dengan fokus pada empat pilar bisnis utama. Namun, perseroan tetap bersikap konservatif dalam penggunaan sisa dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO).

Head of Media and Communications Bukalapak Dimas Bayu  menyatakan bahwa perseroan akan memanfaatkan dana IPO sesuai dengan rencana penggunaan dana (use of proceeds) yang telah disepakati dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).

"Kami bertanggung jawab untuk memastikan dana yang telah dipercayakan oleh masyarakat digunakan secara optimal dan transparan. Saat ini, kami belum bisa menyampaikan secara detail terkait rencana konkret penggunaan dana, tetapi tentu akan digunakan sesuai ketentuan yang ada," jelas Dimas dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/2/2025).

ADVERTISEMENT

Bukalapak masih menunggu momentum yang tepat untuk mengungkap alokasi spesifik dana IPO.

Dimas menegaskan bahwa perseroan tetap mengikuti regulasi yang berlaku dalam pengelolaan dana tersebut.

"Intinya, kami akan memanfaatkan dana yang ada sesuai dengan rencana yang sudah disepakati di RUPS. Jika waktunya tepat, kami pasti akan menyampaikan informasi lebih lanjut," tambahnya.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2024, Bukalapak mencatatkan kas, setara kas, dan investasi likuid sebesar Rp 19 triliun.

Hingga 31 Desember 2024, perseroan masih mengelola dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp 9,33 triliun, yang ditempatkan dalam berbagai instrumen investasi.

Bukalapak sendiri menggelar aksi IPO pada tahun 2021 - atau hampir 4 tahun lalu - dengan menghimpun dana total Rp 21,9 triliun. Adapun hasil bersih yang diraih Rp 21,32 triliun.

Profitable

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia