Bisnis Ojol Ngerem Sedikit, GOTO Bakal Begini
JAKARTA, investor.id – Bisnis ojek online (ojol) alis on demand services (ODS) sedikit mengerem pada kuartal IV-2024. Namun, ini sudah sesuai prediksi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), pemain utama bisnis ODS sekaligus raksasa teknologi Indonesia.
Dalam ajang Mandiri Investment Forum (MIF), manajemen GOTO menyebutkan, perlambatan itu sudah masuk perhitungan panduan pertumbuhan GTV ODS tahun 2024 berkisar 12-15%, di mana pada kuartal IV diprediksi berkisar 13,7-25,3%, dibandingkan kuartal sebelumnya 20,7%.
“GOTO masih mempertahankan target pertumbuhan GTV ODS 2024,” tulis Mandiri Sekuritas dalam risetnya, mengutip keterangan manajemen GOTO dalam MIF, dikutip pada Selasa (18/2/2025).
Pada 2025, tulis Mandiri Sekuritas, ada tiga fokus GOTO. Pertama, melanjutkan pertumbuhan monthly tracked user (MTU) di semua platform. Kedua, meningkatkan pendapatan dari iklan. Ketiga, mendorong produktivitas ketika mengucurkan insentif. Keempat, melanjutkan cross selling untuk menopang bisnis buy now pay later (BNPL) dan pinjaman tunai.
Mandiri Sekuritas mencatat, penghembatan biaya cloud sebesar 50% ditargetkan tuntas semester II-2025. Hasil penghematan biaya cloud akibat migrasi Alibaba dan Tencent akan dilakokasikan untuk investasi di bidang teknologi, termasuk meningkatkan kemampuan AI.
GoTo Financial dan Target Harga Saham
Manajemen GOTO mempertahankan target pinjaman GoTo Financial naik dua kali selama September 2024-Desember 2025. Strategi utamanya adalah cross selling.
“Sejauh ini, sinergi ekosistem GOTO sudah berjalan, sehingga menurunkan biaya akuuisisi pelanggan GoTo Financial dan menghasilkan percepatan pembayaran kurang dari tiga bulan dibandingkan pinjaman di luar ekosistem,” tulis Mandiri Sekuritas.
Per September 2024, GoTo Financial mengucurkan pinjaman lewat Tokopedia sebesar 45%, Gojek 15%, dan Gopay 15%.
Sementara itu, hingga Januari 2025, GOTO telah menuntaskan program buyback saham senilai US$ 80 juta dari target US$ 200 juta hingga pertengahan tahun. Total saham yang dibeli sudah mencapai 21,2 miliar.
Mandiri Sekuritas menetapkan rekomendasi buy saham GOTO dengan target harga Rp 100. Saham GOTO kini diperdagangkan dengan EV/net sales 2025 dan 2026 sebesar 3,7 kali dan 3,2 kali, dibandingkan Grab 4,1 kali dan 3,5 kali serta Sea 3,7 kali dan 3,2 kali.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






