Rupiah Terus Turun, Tertekan Perkembangan Terbaru Rusia-Ukraina
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup terus turun pada Rabu sore (19/2/2025). Hal itu tertekan perkembangan terbaru negosiasi perdamaian antara Rusia dengan Ukraina.
Mata uang rupiah ditutup melemah 46,5 poin berada di level Rp 16.324,5 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar terlihat turun 0,06 poin menjadi 106,9. Nilai tukar rupiah sempat ditutup melemah 50 poin berada di level Rp 16.278 per dolar AS pada Selasa (18/2/2025).
Dikutip dari Antara, Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan perkembangan terbaru pembicaraan damai Amerika Serikat (AS) terkait perang di Ukraina melemahkan nilai tukar (kurs) rupiah. “Perkembangan terbaru pada pembicaraan damai AS dan Rusia, tapi Ukraina menolak untuk terlibat. Ini memberikan sentimen negatif untuk risk asset,” ujar Ariston.
Sementara itu, Reuters melaporkan investor memantau ketidakpastian setelah perundingan perdamaian awal antara Rusia dan Ukraina berakhir tanpa kehadiran Kyiv maupun perwakilan Eropa.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa tidak akan ada kesepakatan damai yang dibuat tanpa persetujuannya. Ia pun menunda kunjungannya ke Arab Saudi yang semula dijadwalkan pada Rabu hingga 10 Maret untuk menghindari memberikan ‘legitimasi’ terhadap perundingan AS-Rusia.
Rusia semakin memperkeras tuntutannya, terutama dengan menegaskan bahwa mereka tidak akan menerima keanggotaan Ukraina dalam aliansi NATO. Pemerintahan Trump mengumumkan pada Selasa (18/2) bahwa pihaknya setuju untuk mengadakan pembicaraan lebih lanjut dengan Rusia guna mengakhiri perang di Ukraina.
Keputusan BI
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






