Saham Melejit ke Rp 67.000-an, Jadi yang Termahal
JAKARTA, investor.id - Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melonjak pada awal sesi I perdagangan 20 Februari 2025.
Di sekitar pukul 09.06 WIB, saham emiten data center Otto Toto Sugiri ini sudah ada di Rp 67.225 atau +19,99% mentok auto reject atas (ARA). Itu juga merupakan level tertinggi saham DCII sepanjang masa.
Selain itu, dengan posisi di Rp 67.225 memperkokoh posisi saham DCII sebagai saham dengan nominal termahal yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Melampaui saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) di nomor dua dengan harga Rp 43.875. Dan saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) di posisi ketiga dengan harga Rp 38.275.
Pada perdagangan kemarin, saham DCI Indonesia juga melonjak 19,97% mentok ARA.
Saham DCI Indonesia tiba-tiba melonjak setelah Direktur Utama PT DCI Indonesia Tbk (DCII) Otto Toto Sugiri menjelaskan soal peluang melakukan stock split alias pemecahan nilai nominal saham perusahaan.
"Sedang kami jajaki (untuk stock split saham)," kata Otto saat ditemui di sela-sela acara IDE Katadata 2025, Selasa (18/2/2025).
Meroket
Sebelumnya, pendiri DCII Otto Toto Sugiri buka-bukaan kenapa harga saham DCII bisa meroket dari harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). DCI Indonesia (DCII) sendiri perdana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Januari 2021. Perseroan mematok harga IPO di Rp 420/saham.
Dalam Youtube Helmi Yahya Bicara, Otto Toto Sugiri membeberkan kenapa harga saham DCI Indonesia (DCII) bisa meroket jauh dari harga perdana. Salah satunya, menurutnya, adalah potensi pertumbuhan DCII ke depan sebagai perusahaan data center.
Tapi selain itu, katanya, saat IPO DCI mematok harga yang sangat rendah.
“Untuk saya, itu pertama kali IPO. Saya bilang ini saya gak mau investor rugi. Jadi we sell it at very low price. Nah itu salah satu penyebabnya juga. Enggak rusak nama jangan ada investor yang rugi,” sebutnya dikutip dari Youtube Helmi Yahya Bicara beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, kata Toto Sugiri, masih sedikit yang menggarap sektor data center, dan DCII menjadi salah satu pionirnya.
“Kita salah satu pionirnya yang melihat ini kebutuhannya di negara kita ataupun di dunia itu akan membengkak kebutuhannya akan besar,” sebut ungkap Toto Sugiri.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




