Jumat, 15 Mei 2026

BREN Bisa ke Berapa?

Penulis : Ghafur Fadillah
21 Feb 2025 | 08:44 WIB
BAGIKAN
Barito Renewables Energy (BREN). Ist
Barito Renewables Energy (BREN). Ist

JAKARTA, investor.id - Pendiri Stocknow.id, Hendra Wardana, menilai bahwa secara fundamental PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memiliki peluang besar untuk kembali ke FTSE Russell. Emiten energi terbarukan milik taipan Prajogo Pangestu ini memiliki kapitalisasi pasar yang besar dan likuiditas yang cukup baik.

"Namun, tantangan utama masih terletak pada struktur kepemilikan sahamnya yang terlalu terkonsentrasi. Saat ini, free float BREN berada di sekitar 11,64%, sementara FTSE Russell mengharuskan minimal 15% agar saham dapat masuk dalam indeks," kata dia kepada Investor Daily.

Menurut Hendra, jika BREN berhasil kembali ke FTSE Russell, dampaknya diperkirakan akan positif bagi perusahaan dan pasar modal Indonesia. Masuknya BREN ke indeks ini akan meningkatkan daya tarik bagi investor institusi global yang menjadikan FTSE Russell sebagai acuan investasi.

ADVERTISEMENT

"Selain itu, peningkatan likuiditas perdagangan saham BREN berpotensi mengerek valuasi perusahaan dalam jangka panjang serta memperkuat daya tarik indeks harga saham gabungan (IHSG) di mata investor asing," ujar dia.

Target Harga

Alasan lainnya, BREN mencatatkan laba bersih sebesar US$ 86,05 juta atau sekitar Rp 1,35 triliun hingga September 2024, naik 1,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, pendapatan mengalami sedikit penurunan sebesar 0,89% menjadi US$ 441,29 juta, dengan beban keuangan yang meningkat akibat beban bunga yang mencapai US$ 57,94 juta.

Adapun secara teknikal, Hendra menuturkan, saham BREN masih menarik untuk dicermati. Saat ini, sahamnya bertahan di level support dynamic MA5 di 6.700. Dengan tren yang masih positif, saham ini direkomendasikan untuk trading buy dengan target harga 7.150 hingga 7.450.

"Jika sentimen positif terkait masuknya kembali BREN ke FTSE Russell semakin kuat, harga sahamnya berpotensi menguat lebih lanjut dalam jangka menengah hingga panjang," tuturnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 10 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 42 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 53 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia