BREN Bisa ke Berapa?
JAKARTA, investor.id - Pendiri Stocknow.id, Hendra Wardana, menilai bahwa secara fundamental PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memiliki peluang besar untuk kembali ke FTSE Russell. Emiten energi terbarukan milik taipan Prajogo Pangestu ini memiliki kapitalisasi pasar yang besar dan likuiditas yang cukup baik.
"Namun, tantangan utama masih terletak pada struktur kepemilikan sahamnya yang terlalu terkonsentrasi. Saat ini, free float BREN berada di sekitar 11,64%, sementara FTSE Russell mengharuskan minimal 15% agar saham dapat masuk dalam indeks," kata dia kepada Investor Daily.
Menurut Hendra, jika BREN berhasil kembali ke FTSE Russell, dampaknya diperkirakan akan positif bagi perusahaan dan pasar modal Indonesia. Masuknya BREN ke indeks ini akan meningkatkan daya tarik bagi investor institusi global yang menjadikan FTSE Russell sebagai acuan investasi.
"Selain itu, peningkatan likuiditas perdagangan saham BREN berpotensi mengerek valuasi perusahaan dalam jangka panjang serta memperkuat daya tarik indeks harga saham gabungan (IHSG) di mata investor asing," ujar dia.
Target Harga
Alasan lainnya, BREN mencatatkan laba bersih sebesar US$ 86,05 juta atau sekitar Rp 1,35 triliun hingga September 2024, naik 1,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, pendapatan mengalami sedikit penurunan sebesar 0,89% menjadi US$ 441,29 juta, dengan beban keuangan yang meningkat akibat beban bunga yang mencapai US$ 57,94 juta.
Adapun secara teknikal, Hendra menuturkan, saham BREN masih menarik untuk dicermati. Saat ini, sahamnya bertahan di level support dynamic MA5 di 6.700. Dengan tren yang masih positif, saham ini direkomendasikan untuk trading buy dengan target harga 7.150 hingga 7.450.
"Jika sentimen positif terkait masuknya kembali BREN ke FTSE Russell semakin kuat, harga sahamnya berpotensi menguat lebih lanjut dalam jangka menengah hingga panjang," tuturnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






