Rupiah Menguat di Tengah Ketidakpastian Tarif Trump
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Jumat pagi (21/2/2025). Ditopang pelemahan dolar AS di tengah ketidakpastian kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.15 WIB di pasar spot exchange, rupiah naik 46 poin (0,28%) ke level Rp 16.291,5 per dolar AS. Pada perdagangan Kamis (20/2/2025), mata uang rupiah sempat naik 5 poin ke level Rp 16.325 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar terpantau naik 0,15 poin menjadi 106,5. Sedangkan imbal hasil obligasi AS 10 tahun terlihat turun 13 poin di level 4,5%.
Dikutip dari Reuters, dolar AS melemah untuk pekan ketiga berturut-turut di tengah ketidakpastian tarif Trump di awal masa jabatan keduanya. Dolar AS mengalami tekanan karena pelaku pasar mulai mengurangi posisi beli besar-besaran yang sebelumnya didasarkan pada ekspektasi perang dagang.
Trump telah memberlakukan tarif tambahan 10% pada barang-barang China dan berencana menerapkan kembali tarif baja dan aluminium dari periode pertamanya. Namun, ia menangguhkan tarif terhadap Kanada dan Meksiko serta belum merealisasikan ancaman tarif lainnya.
Tarif China
"Posisi pasar sebelumnya sangat condong ke arah bullish, tetapi kini beberapa pelaku pasar mulai kehilangan kesabaran karena satu-satunya kebijakan yang direalisasikan sejauh ini hanyalah tarif 10% terhadap China," ujar Jason Wong, analis di BNZ Wellington.
Di sisi lain, Trump menyatakan bahwa Presiden China Xi Jinping akan mengunjungi AS, meskipun belum ada kepastian jadwal. Pernyataan ini mendorong yuan ke level tertinggi dalam satu bulan di perdagangan dalam negeri pada Kamis. Di pasar luar negeri, yuan stabil di 7,2419 per dolar AS pada Jumat.
Poundsterling juga mengalami penguatan, mencapai level tertinggi sejak pertengahan Desember di US$ 1,2674. Pasar kini menantikan rilis data indeks manajer pembelian (PMI) global pada Jumat yang dapat memberikan gambaran lebih lanjut mengenai prospek ekonomi dunia.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






