Jumat, 15 Mei 2026

Beda Kemampuan PTPP, ADHI, WIKA, dan WSKT dalam Melunasi Obligasi

Penulis : Muawwan Daelami
21 Feb 2025 | 12:11 WIB
BAGIKAN
Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp)
Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp)

JAKARTA, investor.id – Emiten BUMN Karya memiliki perbedaan kemampuan dalam melunasi obligasi dan sukuk yang akan jatuh tempo pada tahun ini. Sebagian sudah menyiapkan untuk membayar, sebagian lain malah gagal bayar.

PT PP Tbk (PTPP) misalnya, mengisyaratkan dapat menjaga posisi likuiditasnya dalam kondisi yang baik terutama untuk melunasi obligasi dan sukuk jatuh tempo pada tahun ini.

Sekretaris Perusahaan PTPP Joko Raharjo berterus terang, meski sektor konstruksi saat ini cukup menantang sehubungan dengan efisiensi anggaran, namun perseroan berkomitmen untuk memenuhi kewajiban tepat waktu.

ADVERTISEMENT

PTPP bakal menghadapi obligasi dan sukuk jatuh tempo senilai total Rp 200 miliar dalam waktu dekat ini. Obligasi tersebut berasal dari Obligasi Berkelanjutan III PTPP Tahap II Tahun 2022 Seri A sebesar Rp 140 miliar yang jatuh tempo pada 22 April 2025 dengan kupon sebesar 6,5%.

Sementara sukuk PTPP yang segera jatuh tempo adalah Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PTPP Tahap II Tahun 2022 Seri A sebesar Rp 60 miliar yang memasuki jatuh tempo pada 22 April 2025.

Joko bilang, PTPP sudah mengamankan dana untuk membayar kedua instrumen surat utang yang bakal jatuh tempo tersebut. Dananya bersumber dari internal mengingat perseroan memiliki fasilitas untuk melakukan refinancing dan pinjaman bank (revolving). “Insya Allah yang jatuh tempo di April nanti, insya Allah bisa kami jaga. Insya Allah sudah aman,” tutur Joko, Kamis (21/2/2025).

Menurut Joko, kemampuan PTPP melunasi obligasi dan sukuk jatuh tempo tidak lepas dari strategi perseroan yang fokus kembali kepada bisnis inti (back to core business) yaitu bisnis konstruksi. Hasilnya, kinerja dan keuangan perseroan dapat terjaga. “Tentunya, kami selalu best effort untuk bisa tetap menjalankan perusahaan ini agar sustain,” tambahnya.

Adapun, area yang menjadi bisnis inti PTPP meliputi infrastruktur 1 dan 2, kemudian building seperti rumah sakit, dan bisnis engineering procurement and construction (EPC). Untuk building, Joko menyebut, PTPP memiliki banyak core competency bukan hanya berpengalaman membangun rumah sakit, tetapi juga bangunan bertingkat tinggi (high rise).

ADHI

Sama seperti PTPP, emiten BUMN Karya PT Adhi Karya Tbk (ADHI) juga menyatakan kesiapannya untuk membayar obligasi jatuh tempo pada tahun ini. Merujuk data KSEI, emiten berkode saham ADHI tersebut akan menghadapi obligasi jatuh tempo senilai Rp 1,28 triliun pada 24 Mei 2025 mendatang. Obligasi itu berasal dari Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 Seri A dengan bunga sebesar 8,25%.

Sekretaris Perusahaan ADHI Rozi Sparta menyampaikan bahwa sumber dana yang akan digunakan ADHI untuk melunasi pokok Obligasi Berkelanjutan I Adhi Karya Tahap I Tahun 2022 Seri A akan berasal dari rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Adhi Karya Tahap II Tahun 2025.

“ADHI juga akan menggunakan fasilitas pinjaman dari lembaga keuangan bank,” tutur Rozi kepada Investor Daily, Jumat (21/2/2025).

WIKA dan WSKT

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 53 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 57 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia