Jumat, 15 Mei 2026

Danantara Ungkap Skenario di Pasar Modal, termasuk Kawal Saham BUMN

Penulis : Muawwan Daelami
27 Feb 2025 | 16:08 WIB
BAGIKAN
Chief Invesment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, menjadi narasumber dalam BNI Investor Daily Round Table dengan tema "Danantara, Superholding Nusantara" di Hotel Ritz Charlton Pasifiic Place, Jakarta, Kamis (27/2/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Chief Invesment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, menjadi narasumber dalam BNI Investor Daily Round Table dengan tema "Danantara, Superholding Nusantara" di Hotel Ritz Charlton Pasifiic Place, Jakarta, Kamis (27/2/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.idChief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir mengungkap skenario superholding BUMN tersebut dalam mengawal performa saham-saham emiten BUMN di pasar modal.

Dirinya menyampaikan bahwa Danantara tidak menutup kemungkinan menjadi standby buyer bagi emiten yang ingin memperkuat modal. Terlebih lagi, di tengah lesunya appetite investor belakangan ini.

Langkah tersebut merupakan salah satu dari tindakan cepat (quick win) Danantara setelah resmi dibentuk. Kendati begitu, Pandu menegaskan, manajemen risiko dan tata kelola merupakan segala-galanya bagi Danantara.

ADVERTISEMENT

“Jadi, apabila ada suatu perusahaan, bank misalnya, ingin melepas saham untuk menambah likuiditas, sementara market agak worry, bisa saja Danantara menjadi standby buyer untuk seluruh alokasinya,” ucap Pandu di acara BNI Investor Daily Roundtable yang berlangsung di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, pada Kamis (27/2/2025).

Tindakan tersebut, tutur Pandu, memungkinkan dilakukan Danantara. Sambil di saat bersamaan, Danantara juga mempersilakan bagi para pemain swasta untuk ikut terlibat. Yang pasti, dirinya menekankan, Danantara sangat mengedepankan manajemen risiko dan tata kelola.

“Jadi, most likely something yang sangat simple dan kami ingin membantu perusahaan-perusahaan BUMN yang sudah go public, yang return-nya bagus tapi harga sahamnya menurun selama empat bulan terakhir. Kalau itu kami nilai atraktif, why not kami mempunyai saham-saham perusahaan itu,” tutur Pandu.

Namun, untuk selama sebulan ke depan, Pandu bilang, Danantara bakal fokus dulu merangkum dari sisi komposisi antara Danantara dan swasta. Kemudian memfinalisasi sejumlah peraturan, menuntaskan inbreng, dan membangun tim building terbaik untuk selanjutnya dipaparkan kepada publik.

“Jadi, kami sedang mencoba apa yang masuk akal sehingga publik bisa menilai. Tapi kebanyakan, investasi pertama Danantara adalah investasi yang agak membosankan, but relatively safe,” ujarnya.

Dividen BUMN

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia