Wall Street Ambruk Akibat Tarif Trump
JAKARTA, investor.id – Indeks-indeks Wall Street tertekan hebat pada Senin (3/3/2025). Setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan tarif impor baru akan diberlakukan.
Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 anjlok 1,8% ke level 5.849,72, menandai hari terburuknya dalam tiga bulan terakhir sekaligus membawa kinerja tahunan ke zona merah dengan koreksi 0,5%.
Sedangkan Dow Jones Industrial Average merosot 649,67 poin (1,5%) menjadi 43.191,24. Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi lebih dalam, anjlok 2,6% ke 18.350,19, dipicu oleh turunnya saham Nvidia lebih dari 8%.
Indeks-indeks Wall Street awalnya sempat menguat di sesi pagi, bahkan Dow Jones sempat naik hampir 200 poin. Namun, pasar berbalik arah setelah Trump kembali menegaskan bahwa tarif 25% atas impor dari Meksiko dan Kanada akan mulai berlaku pada Selasa (4/3/2025), menggagalkan harapan investor akan adanya kesepakatan menit terakhir.
"Tidak ada ruang tersisa untuk Meksiko maupun Kanada. Tarif balasan mulai berlaku pada 2 April, tetapi yang lebih penting, besok tarif 25% untuk Kanada dan Meksiko akan mulai diberlakukan," ujar Trump di Gedung Putih, didampingi Menteri Perdagangan Howard Lutnick.
Selain itu, Trump juga menandatangani kebijakan baru yang menetapkan tarif tambahan 10% terhadap China, menurut seorang pejabat administrasi AS.
Kebijakan tarif ini memicu aksi jual besar-besaran di berbagai sektor, terutama saham teknologi dan perusahaan berkapitalisasi kecil. Saham Nvidia mengalami penurunan tajam, diikuti oleh saham perusahaan kecerdasan buatan lainnya seperti Broadcom dan Super Micro Computer.
Saham Kapitalisasi Kecil
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






