Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Naik, Pasar Menanti Data Ketenagakerjaan AS

Penulis : Indah Handayani
6 Mar 2025 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga emas (Foto: AP/Mike Groll, File)
Ilustrasi harga emas (Foto: AP/Mike Groll, File)

NEW YORK, investor.id - Harga emas naik pada Rabu (5/3/2025). Hal itu didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS). Kini, investor menanti rilis data ketenagakerjaan AS yang dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Tidak hanya itu, data tersebut juga menjadi penentu arah harga emas menuju level US$ 3.000.

Dikutip dari CNBC internasional, harga emas di pasar spot naik tipis 0,03% ke US$ 2.919,1 per ons. Sedangkan kontrak berjangka emas AS menguat 0,2% menjadi US$ 2.927,5 per ons.

ADVERTISEMENT

Indeks dolar AS turun 1,2% ke level terendah sejak November. Pelemahan ini membuat harga emas yang dihitung dalam dolar menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

“Minat beli emas masih cukup kuat saat ini. Namun, investor tetap berhati-hati menjelang rilis data tenaga kerja pada Jumat mendatang. Meski begitu, tren jangka panjang emas masih positif,” kata Wakil Presiden dan analis senior logam di Zaner Metals Peter Grant.

Grant menambahkan, kenaikan harga emas saat ini terutama disebabkan oleh pelemahan dolar.

Selain itu, kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump juga meningkatkan permintaan emas sebagai aset lindung nilai. Sejak awal tahun, harga emas telah mencapai rekor tertinggi sebanyak 11 kali, dengan level tertinggi US$ 2.956,15 pada 24 Februari. Secara keseluruhan, harga emas telah naik 11% sepanjang tahun ini.

Tarif AS

Dalam pidatonya di Kongres AS pada Selasa malam (4/3/2025), Trump mengumumkan akan menerapkan tarif tambahan mulai 2 April. Tarif ini mencakup ‘tarif balasan’ serta kebijakan non tarif lainnya untuk mengatasi defisit perdagangan AS.

Sebelumnya, pada Selasa, pemerintah AS telah memberlakukan tarif baru sebesar 25% untuk sebagian besar impor dari Meksiko dan Kanada, serta menaikkan bea masuk barang dari China menjadi 20%.

Di sisi lain, laporan ADP National Employment menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta AS melambat pada Februari. Sementara itu, ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan data nonfarm payrolls yang akan dirilis Jumat (7/3/2025) menunjukkan penambahan 160 ribu lapangan kerja.

“Jika data ketenagakerjaan menunjukkan hasil yang buruk, harga emas bisa turun. Jika hasilnya netral, dampaknya tidak akan besar. Namun, jika hasilnya positif, harga emas bisa melonjak cepat menuju US$ 3.000 atau lebih,” ujar analis senior di RJO Futures Daniel Pavilonis.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 18 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 22 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia