Harga Emas Katanya Bisa Segini
JAKARTA, investor.id - Harga emas (XAU/USD) melanjutkan tren kenaikannya selama tiga hari berturut-turut pada hari Rabu (5/3/2025), didorong oleh meningkatnya permintaan safe-haven ditengah penerapan tarif impor baru oleh Amerika Serikat.
Pada hari Kamis (6/3/2025), harga emas kembali menguat dan diperdagangkan di level US$ 2.924 per troy ounce. Namun, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menjadi faktor yang dapat membatasi pergerakan bullish emas, mengingat emas tidak memberikan imbal hasil.
Analis dari Dupoin Indonesia, Andy Nugraha, menyampaikan bahwa berdasarkan kombinasi pola candlestick dan indikator moving average, tren bullish emas masih cukup kuat.
“Proyeksi teknikal menunjukkan bahwa XAU/USD berpotensi naik hingga level 2.929 sebagai target kenaikan terdekat. Namun, jika harga emas gagal menembus level tersebut dan mengalami pembalikan (reversal), maka penurunan dapat terjadi hingga level 2.897,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (6/3/2025).
Faktor fundamental yang turut mendukung kenaikan harga emas adalah kebijakan tarif AS yang baru diberlakukan oleh Presiden Donald Trump. Tarif sebesar 25% untuk impor dari Meksiko dan Kanada mulai berlaku pada hari Selasa, bersamaan dengan kenaikan tarif impor China yang meningkat menjadi 20%. Ketegangan perdagangan global semakin meningkat, mendorong investor untuk mencari aset yang lebih aman, termasuk emas.
Namun, Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, dalam wawancara dengan Fox News, menyatakan bahwa Trump dapat mempertimbangkan kembali kebijakan tarif dalam waktu 48 jam setelah penerapannya, tergantung pada kepatuhan terhadap aturan USMCA. Meskipun demikian, laporan dari New York Times menyebutkan bahwa Trump secara pribadi bertekad untuk mempertahankan tarif tersebut.
Selain itu, harga emas juga didukung oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik setelah AS menghentikan bantuan militer ke Ukraina. Bloomberg melaporkan bahwa semua peralatan militer AS yang belum sampai di Ukraina akan ditahan, termasuk senjata yang sedang dalam perjalanan melalui pesawat dan kapal, serta yang menunggu di transit di Polandia. Ketegangan politik antara AS dan Ukraina meningkat setelah perdebatan antara Presiden Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dalam negosiasi perdamaian.
Berpotensi Lanjut Naik
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






