Jumat, 15 Mei 2026

Rekap Fokus WSKT, WIKA, ADHI, dan PTPP di 2025

Penulis : Muawwan Daelami
10 Mar 2025 | 15:35 WIB
BAGIKAN
Pekerjaan konstruksi. Foto ilustrasi: DAVID
Pekerjaan konstruksi. Foto ilustrasi: DAVID

Selanjutnya, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menyampaikan, WIKA telah menyiapkan tiga langkah utama untuk menghadapi tahun buku 2025, terutama di tengah sentimen efisiensi anggaran infrastruktur dan penghentian proyek multiyears.

1.    Divestasi Aset

Sama seperti Waskita, tahun ini emiten bersandi saham WIKA tersebut juga fokus menjual aset baik berupa aset jalan tol maupun non tol. Beberapa aset yang bakal dilepas meliputi Tol Soreang-Pasir Koja (Soroja), Manado-Bitung (Mabit), Bali Mandara, sampai Tol Serang-Panimbang (Serpan). Termasuk, perseroan akan memproses divestasi untuk aset SPAM Jatiluhur.

ADVERTISEMENT

Menurut Agung, divestasi tersebut akan mengurangi beban investasi WIKA sekaligus memberikan dana tunai untuk memperkuat modal dan penyelesaian kewajiban.

2.    Tata ulang portofolio

Wika akan menata ulang portofolio WIKA Group dengan cara menghapus cucu usaha yang tidak sesuai dengan bisnis inti perusahaan. Sebab, menurut Agung, jumlah cucu usaha WIKA terlalu banyak, sehingga dengan penghapusan tersebut diharapkan dapat membuat WIKA lebih fokus kepada bisnis inti.

3.    Efisiensi operasi

Agung juga menyebut, WIKA fokus melakukan efisiensi operasi bisnis pada tahun ini. mulai dari efisiensi remunerasi, pemasaran, sponsorship, sampai konsultan dan sebagainya. Namun, WIKA menegaskan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja alias PHK karyawan.

4.    Turunkan utang

WIKA menargetkan kewajiban keuangan perseroan terus menurun pada tahun ini. Budi mengekspektasikan, utang berbunga WIKA turun menjadi Rp 25 triliun dibanding sebelumnya Rp 27,4 triliun. Begitupun dengan utang mitra diharapkan berkurang menjadi Rp 1,3 triliun dari sebelumnya Rp 2,2 triliun.

Adhi Karya

ADHI mengantisipasi perubahan kebijakan pemerintah memotong anggaran infrastruktur dengan mengalihkan perhatiannya kepada pasar hilirisasi seperti ketahanan pangan dan energi. Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukshon menyampaikan, ADHI telah mengantisipasi perubahan tersebut melalui program-program yang akan dilaksanakan ke depan.

1.    Minta PMN

Permohonan PMN tersebut diajukan sebagai tambahan setoran modal untuk BUJT Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen, seiring dengan adanya perubahan kepemilikan di proyek jalan beban hambatan tersebut. PMN tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan proporsi recurring income untuk menciptakan stabilitas pendapatan dan mengurangi eksposur risiko ketergantungan terhadap kontrak pemerintah.

2.    Tagih Piutang

ADHI menagih piutang proyek LRT Jabodebek sebesar Rp 2,1 triliun kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang sudah beroperasi dari Cibubur ke Cawang Dukuh Atas dan Bekasi Timur. Entus mengungkapkan, proses penagihan tersebut sudah berjalan dan kini tinggal dibayarkan. Sebab, ADHI dan Kemenhub sudah bertemu dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

3.    Penjaminan Pemerintah atas Obligasi

Dengan tantangan yang dihadapi dalam proses refinancing utang jatuh tempo, penjaminan pemerintah dalam penerbitan surat utang akan membantu meningkatkan kepercayaan investor terhadap instrumen utang yang diterbitkan ADHI.

PTPP

BUMN Karya terakhir yang akan fokus melakukan refocusing pada tahun-tahun ke depan. Direktur Utama PT PP Tbk, Novel Arsyad, menyebut bahwa refocusing tersebut bukan hanya pada Grup PTPP, tetapi anak usaha PTPP, PT PP Presisi Tbk (PPRE), yang akan fokus mengerjakan infrastruktur tambang

1.    Kembali ke bisnis inti

Novel menjelaskan, saat ini PTPP sudah kembali pada bisnis konstruksi sebagai bisnis inti (core business) perseroan. Bisnis konstruksi yang menjadi area utama PTPP meliputi konstruksi gedung, infrastruktur jalan dan jembatan, serta Engineering Procurement & Construction (EPC).

2.    Perkuat teknologi

PTPP memperkuat teknologi diimbangi dengan perbaikan teknologi. Novel meyakini, dengan melakukan improvisasi teknologi, PTPP akan memiliki diferensiasi dan bakal mampu menyelesaikan pekerjaan lebih cepat sehingga menjadi lebih kompetitif dibanding kontraktor lain.

3.    Ekspansi bisnis Tambang

PTPP selaku induk sudah dan akan terus mengarahkan PP Presisi dan PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) untuk menggarap pekerjaan infrastruktur tambang seperti hauling road yang kini sudah bermunculan teknologinya. Tujuannya, agar PP Presisi dan LMA tidak menggarap pekerjaan seperti jalan dan jembatan yang merupakan domain PTPP.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 49 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia