Rekap Fokus WSKT, WIKA, ADHI, dan PTPP di 2025
JAKARTA, investor.id –BUMN Karya telah membuka sejumlah target yang akan menjadi fokus di tahun buku 2025. Mulai dari strategi membenahi likuiditas sampai ekspansi di tengah lesunya pasar konstruksi.
Dimulai dari PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Direktur Utama Waskita Muhammad Hanugroho dalam rapat dengan pendapat umum (RDPU) bersama Komisis VI DPR RI pekan lalu menjabarkan sejumlah target besar yang akan Waskita kejar pada tahun ini.
Investor Daily merangkumnya dalam beberapa catatan penting berikut ini:
Waskita Karya
1. Diversifikasi segmentasi atau pemberi kerja.
Hanugroho menerangkan, tahun ini Waskita fokus melakukan eksposur dari sisi segmentasi atau pemberi kerja. Tidak hanya terkonsentrasi pada proyek pemerintah dalam negeri dan BUMN/BUMN, tetapi juga menjangkau proyek swasta dan pemerintah luar negeri.
Rinciannya, Waskita memperoleh pekerjaan dari pemerintah dalam negeri sebesar Rp 7,6 triliun; dari BUMN/BUMD sebesar Rp 5,3 triliun, swasta sebesar Rp 736 miliar, dan pemerintah luar negeri sebesar Rp 315 miliar.
2. Divestasi aset
Hanugroho juga menyebut, Waskita fokus melanjutkan divestasi sejumlah aset pada tahun ini. Beberapa aset yang ditargetkan dilepas di antaranya Tol Pemalang-Batang senilai Rp 1,6 triliun, Tol Cimanggis-Cibitung Rp 3,3 triliun, Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat senilai Rp 53 miliar, dan BP Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) senilai Rp 51,65 miliar. Waskita berharap, bisa segera menuntaskan divestasi aset-aset tersebut untuk mengurangi beban utang.
Setelah Waskita berhasil menuntaskan seluruh divestasi jalan tol, Hanugroho mengatakan, Waskita bakal fokus kepada bisnis inti yaitu jasa konstruksi. Ke depan, Waskita diperkirakan tidak lagi masuk ke bisnis jalan tol kecuali penugasan.
3. Pendapatan, EBITDA, dan rugi bersih
Waskita membidik pendapatan sebesar Rp 10,8 triliun pada 2025 yang berasal dari sisa nilai kontrak baru (SKB) sebesar 73% dan nilai kontrak baru (NKB) sebesar 27%. Kemudian, laba bruto sebesar Rp 1,4 triliun, rugi bersih sebesar Rp 3,9 triliun, dan EBITDA sebesar Rp 914 miliar. Sedangkan, dari sisi neraca, total aset Waskita ditargetkan mencapai Rp 67,8 triliun pada 2025, lalu total liabilitas sebesar Rp 62,9 triliun, dan total ekuitas sebesar Rp 4,9 triliun.
Sebagai informasi, sepanjang 2024, WSKT membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp 9,5 triliun, turun daripada tahun lalu sebesar Rp 16,9 triliun. Penurunan tersebut imbas blacklist yang disematkan Kementerian ESDM kepada Waskita. Sementara dari sisi rugi bersih, Waskita disebut masih membukukan kerugian sebesar Rp 3 triliun dan pendapatan sebesar Rp 10,6 triliun pada 2024. Total aset Rp 79,1 triliun dan liabilitas sebesar Rp 70,5 triliun.
Wijaya Karya
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS
Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam
Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level iniHarga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Tag Terpopuler
PT. Koran Media Investor Indonesia






